Khofifah Usul Petugas Haji Jadi 'Teman Curhat' Fikih Perempuan Lewat Materi Fiqhun Nisa

4 Februari 2026 19:00 4 Feb 2026 19:00

Thumbnail Khofifah Usul Petugas Haji Jadi 'Teman Curhat' Fikih Perempuan Lewat Materi Fiqhun Nisa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan pembukaan Diklat Petugas Haji 2026 di Gedung Musdalifah, Kompleks Asrama Haji Surabaya, Rabu 4 Februari 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ingin petugas haji bisa menjadi 'teman curhat' para Jemaah Calon Haji (JCH) wanita, lewat materi Fiqhun Nisa. 

Usulan tersebut disampaikannya pada saat sambutan, pembukaan Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 di Gedung Musdalifah, Kompleks Asrama Haji Surabaya, Rabu, 4 Februari 2026.

Fiqhun Nisa sendiri untuk menjawab persoalan fikih yang kerap dialami jemaah perempuan saat menjalankan ibadah haji.

"Dalam pelaksanaan ibadah haji itu sering kali perempuan khawatir ibadahnya tidak sah. Banyak pertanyaan yang muncul, sementara tidak semua bisa terjawab saat manasik," katanya.

Hal ini disampaikan Khofifah, menyangkut perempuan yang khawatir terhadap keabsahan ibadah yang mereka jalani, terutama saat tawaf. Saat itulah, kata Khofifah, banyak jemaah perempuan yang berpotensi bersentuhan antar jemaah, serta persoalan haid.

Menurutnya, Fiqhun Nisa secara khusus membahas hukum-hukum fikih terkait perempuan sangat dibutuhkan sebagai pegangan praktis bagi petugas kloter.

Terlebih, persoalan seperti menentukan status haid atau suci sering kali menjadi sumber keraguan jemaah perempuan dan berdampak langsung pada pelaksanaan rukun haji, seperti tawaf ifadah.

“Persoalan datang bulan itu hanya bisa dipahami sepenuhnya oleh perempuan. Ketika jemaah ragu, mereka butuh pendamping yang paham dan bisa memberi kepastian,” jelasnya.

Tak hanya bagi jemaah perempuan, Khofifah juga menekankan pentingnya pemahaman fikih untuk jemaah laki-laki. Ia mencontohkan persoalan batas aurat saat mengenakan pakaian ihram.

“Kalau petugas PPIH memiliki pemahaman fikih yang kuat, mereka bisa menjadi pendamping sekaligus membantu menyelesaikan keraguan jemaah di lapangan,” tambah Khofifah.

Ia mengapresiasi pelaksanaan diklat petugas haji yang digelar awal tahun. Menurutnya, waktu yang lebih panjang memberi ruang untuk penguatan materi sekaligus membangun koordinasi dan konektivitas antar pelayan jemaah.

Selain itu, Khofifah mengapresiasi pelaksanaan diklat petugas haji yang digelar lebih awal tahun ini. Menurutnya, waktu yang lebih panjang memberi ruang untuk penguatan materi sekaligus membangun koordinasi dan konektivitas antarpelayan jemaah di setiap kloter. (*)

Tombol Google News

Tags:

haji Haji 2026 ‎ Khofifah Gubernur Jatim Gubernur Khofifah Asrama Haji PPIH 2026 PPIH