KETIK, SURABAYA – Danantara dikabarkan bakal menjadi pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Demi upaya pemerintah melakukan reformasi pasar modal nasional.
Rencana dari pemerintah, melalui Danantara memegang saham di BEI mendapat tanggapan dari Hendry Cahyono, seorang pengamat Ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Ia mengungkapkan, rencana Danantara masuk ke BEI menurutnya tidak ada masalah.
"Danantara itu kan sebenarnya super holding ya dari BUMN, termasuk Himbara. Kalau dia (Danantara) mau main di BEI, IPO misalnya, dia punya saham di sana, ya enggak apa-apa," jelasnya pada Selasa 3 Februari 2026.
Lanjutnya, pemerintah membentuk Danantara, kata Hendry memang bertujuan memberikan keuntungan bagi negara.
"Jadi tidak tidak hanya swasta saja yang bisa bermain. Pemerintah juga punya kontribusi di sana dan menghasilkan keuntungan, enggak apa-apa. Dan keuntungan ini kan nanti juga akan memberikan kontribusi terhadap APBN," harapnya.
Lebih lanjut, saat ditanya soal saham di BEI yang anjlok karena rekomendasi MSCI menurutnya itu merupakan dinamika di pasar modal. Dimana investor pastinya ingin mendapat untung.
"Tapi kalau untuk mengembalikan citra publik, tinggal dilihat bagaimana kinerja BEI. Kalau dalam bursa efek kan mau terjadi naik turun itu sebenarnya masalah capital flow," ungkap Dosen FEB Unesa ini.
Menurutnya agar citra publik kembali positif, perlu peran BEI yang konsisten dengan capaian-capainnya. (*)
