ITS Kenalkan RoboDog, Robot Anjing Otonom yang Bisa Dikendalikan dari Ribuan Kilometer

3 Maret 2026 12:51 3 Mar 2026 12:51

Thumbnail ITS Kenalkan RoboDog, Robot Anjing Otonom yang Bisa Dikendalikan dari Ribuan Kilometer

Pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menyiapkan robot untuk demonstrasi pengendalian jarak jauh di kantor Indosat Surabaya. (Foto: Humas ITS)

KETIK, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan kemampuannya dalam pengembangan robotika dan kecerdasan buatan (AI).

Bersama Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Nokia, dan NVIDIA, ITS memperkenalkan inovasi robot anjing otonom bernama RoboDog di AI-RAN Research Center, Surabaya, Sabtu, 28 Februari 2026.

Inovasi ini memungkinkan robot dikendalikan dari jarak ribuan kilometer dengan dukungan teknologi AI dan jaringan 5G. 

Kolaborasi empat institusi tersebut menjadi faktor utama dalam pengembangan RoboDog. IOH berperan mengembangkan teknologi Artificial Intelligence Radio Access Network (AI-RAN), sementara Nokia menyediakan infrastruktur jaringan 5G yang mendukung konektivitas.

NVIDIA menghadirkan dukungan komputasi berbasis Graphics Processing Unit (GPU), sedangkan ITS bertanggung jawab mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam sistem robotika yang siap digunakan.

Perwakilan pengembang RoboDog ITS, Yuke Brilliant Hestiavin, menjelaskan bahwa robot tersebut dirancang mampu menerima perintah suara dari manusia sekaligus memahami konteks instruksi yang diberikan.

Selain itu, RoboDog dilengkapi sensor kamera dan LiDAR yang memungkinkan robot membaca kondisi lingkungan secara real-time. “Robot ini bahkan dapat dikendalikan dari jarak ribuan kilometer,” ujar Yuke.

Dalam simulasi yang ditampilkan, RoboDog yang berada di Surabaya dapat menerima instruksi suara dari pengguna di Barcelona, Spanyol. Robot kemudian menjalankan tugas seperti memeriksa kondisi suatu area, mendeteksi potensi bahaya, hingga memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

Menurut Yuke, kemampuan memahami situasi tersebut membuat RoboDog berpotensi digunakan pada sektor industri yang memiliki tingkat risiko tinggi bagi manusia.

VP Head of Technology Strategy & Partnership Management IOH, Irwan Radius, menjelaskan bahwa teknologi AI-RAN menjadi fondasi utama dalam sistem ini. AI-RAN memungkinkan perintah yang diberikan dari jarak jauh dapat diterjemahkan menjadi aksi robot melalui jaringan 5G dengan jeda waktu yang sangat rendah.

“Teknologi ini memungkinkan pusat pemantauan di Spanyol terhubung dengan robot di Surabaya secara hampir real-time,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan AI-RAN membuat proses kecerdasan buatan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada server terpusat. Sebaliknya, pemrosesan AI dapat dilakukan langsung melalui infrastruktur jaringan 5G.

Dengan arsitektur tersebut, jaringan tidak hanya berfungsi sebagai pengirim data, tetapi juga sebagai pusat komputasi berbasis AI. Hal ini memungkinkan terciptanya latensi ultra-rendah yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan robotika dan drone otonom.

Rencananya, teknologi RoboDog akan dipamerkan dalam ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar di Barcelona pada Maret 2026 mendatang. Irwan berharap partisipasi ini dapat menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi AI, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang berdaya saing global.

“Kami berharap inovasi ini dapat membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas bagi karya anak bangsa,” tuturnya.

Keikutsertaan ITS dalam pengembangan teknologi ini juga mencerminkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menciptakan inovasi robotika dan kecerdasan buatan yang relevan bagi kebutuhan industri masa depan.

Inisiatif tersebut turut mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, industri dan inovasi, serta kemitraan global.(*)

Tombol Google News

Tags:

ITS Info Kampus Info PTN surabaya Robodog teknologi AI Artificial Intelligence Robot otonom