Waspada Super Flu H3N2, Dinkes Sleman Ajak Masyarakat Kembali Gunakan Strategi 'Cita Mas Jajar'

2 Januari 2026 16:19 2 Jan 2026 16:19

Thumbnail Waspada Super Flu H3N2, Dinkes Sleman Ajak Masyarakat Kembali Gunakan Strategi 'Cita Mas Jajar'
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Cahya Purnama MKes, memberikan keterangan terkait kewaspadaan varian Influenza A (H3N2) subclade K atau "Super Flu" di ruang kerjanya, Jumat, 2 Januari 2026. Dinkes Sleman mengimbau masyarakat menerapkan strategi 'Cita Mas Jajar' sebagai langkah preventif. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Kementerian Kesehatan RI menyatakan persebaran virus Influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia hingga awal Januari 2026 masih dalam kondisi terkendali.

Pemerintah menegaskan varian yang dijuluki “Super Flu” tersebut tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan varian influenza lain yang sedang bersirkulasi.

Varian Influenza A (H3N2) subclade K merupakan hasil mutasi dari virus influenza A tipe H3N2 yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama flu musiman.

Meski dijuluki super flu, Direktur Penyakit Menular Kemenkes dr Prima Yosephine menjelaskan bahwa gejala yang muncul pada pasien masih serupa dengan influenza pada umumnya, seperti demam, batuk, dan nyeri tenggorokan.

Kewaspadaan terhadap varian baru ini mulai diperketat di tingkat daerah, termasuk di Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Cahya Purnama MKes, mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan memperkuat upaya pencegahan secara mandiri melalui penerapan protokol kesehatan dasar.

“Masyarakat Sleman harus mewaspadai Super Flu ini dengan melaksanakan preventif promotif seperti PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), Cita Mas Jajar (Cuci Tangan, Pakai Masker, Jaga Jarak), serta etika batuk,” ujar Cahya Purnama, Jumat, 2 Januari 2026.

Meski demikian, Cahya Purnama memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan temuan kasus varian baru tersebut di wilayahnya.

“Sampai saat ini kami belum menerima laporan adanya kasus super flu tersebut,” tambahnya.

Ia juga menyarankan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta warga dengan penyakit kronis, untuk segera melakukan vaksinasi anti-influenza sebagai perlindungan tambahan.

Vaksinasi dinilai krusial mengingat varian ini merupakan mutasi dari virus H3N2 yang telah lama bersirkulasi.

Secara global, peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak pekan ke-40 tahun 2025. Varian ini pertama kali diidentifikasi CDC Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.

Sementara di Indonesia, tren kasus influenza nasional justru menurun dalam dua bulan terakhir, meski varian tersebut telah terdeteksi sejak Agustus melalui pemeriksaan whole genome sequencing (WGS).

Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia.

Sebaran terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat, dengan mayoritas pasien berasal dari kelompok perempuan dan anak-anak. Kementerian Kesehatan memastikan terus memperkuat sistem surveilans untuk memantau dinamika mutasi virus ini secara nasional.

Pemerintah kembali mengingatkan bahwa vaksin influenza tetap efektif dalam memberikan perlindungan dan mencegah risiko sakit berat hingga rawat inap.

Selain vaksinasi, warga diminta untuk tetap menggunakan masker di ruang publik dan segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan jika gejala flu tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari. (*)

Tombol Google News

Tags:

Super Flu Influenza A (H3N2) Subclade K Kementerian Kesehatan Dinas Kesehatan Sleman Cahya Purnama Pemkab Sleman mutasi virus Vaksinasi Influenza PHBS Cita Mas Jajar Kesehatan Masyarakat Berita Terkini