KETIK, TUBAN – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mengerjakan konstruksi Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur yang terdiri dari lima lokasi kota/kabupaten di Jawa Timur yakni Kota Surabaya, Kabupaten Sampang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Tuban.
Proyek Strategis Nasional (PSN) berbasis peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan pada pembangunan SR Se- Jatim senilai Rp 1,165 Triliun. Adapun dalam progress pekerjaan untuk SR di Tuban telah mencapai 26,344 persen. Sedangkan, Progress Pekerjaan SR di Jawa Timur mncapai 33,311%.
Ditargetkan, gedung RS akan rampung dibangun di 20 Juni 2026 mendatang. Perseroan terus mempercepat pengerjaannya agar bisa selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan. Pelaksana proyek perlu mengantisipasi potensi hambatan. Mulai dari ketersediaan material hingga tenaga kerja.
Pantauan dilokasi Kabupaten Tuban pada Selasa 07 April 2026, Pembangunan atau pekerjaan SR terintegrasi untuk sekolah formal jenjang SD, SD,SMP dan SMA itu, sudah dilakukan galian tiang pancang atau pile cap kontruksi gedung. Sebagian pekerja juga tampak mulai pemasangan pagar permanen beton.
Kepala Lapangan PT Waskita Karya, Agus Saputra, mengatakan pengerjaan SR di Tuban merupakan bagian komitmen Perseroan dalam mendukung PSN pemerintah. Utamanya progam yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan rakyat.
"Pembangunan SR di Tuban sejalan implementasi Asta Cita Pemerintah terkait peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pemerataan pendidikan. Proyek ini pun sangat penting karena termasuk ke dalam program prioritas Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air," kata Agus pada keterangan resmi, Selasa, 07 April 2026.
Menurutnya, melalui SR Negara akan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem. Pembangunan SR adalah salah satu upaya pemerintah menyiapkan SDM unggul untuk mendorong visi Indonesia emas 2045.
"Program Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan pendidikan berbasis asrama yang dinilai lebih efektif menjaga keberlanjutan belajar bagi anak keluarga miskin maupun miskin esktrem. Maka kami memastikan seluruh fasilitas tersedia demi menyukseskan proses belajar mengajar dan pembentukan karakter," imbuh Agus
Selain pembangunan ruang belajar sekolah formal, dalam satu lokasi ini, perseroan Waskita juga membangun asrama siswa dan asrama guru dan prasarana penunjang pendidikan seperti kantin, sarana olahraga, tempat ibadah, dan gedung serbaguna.
"Sebagai BUMN Konstruksi yang telah berpengalaman selama 65 tahun, Waskita berupaya membangun infrastruktur yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Jika seluruh anak Indonesia mendapatkan fasilitas pendidikan memadai, maka kemajuan bangsa pada berbagai bidang dapat segera terwujud,"sambungnya
"Kedepannya Waskita Karya akan terus membangun lebih banyak SR guna membantu pemerintah mewujudkan target di tahun 2029 sebanyak 500 Sekolah Rakyat. Bagi kami pembangunan proyek ini bukan sekadar menyelesaikan konstruksi, tapi juga bagian tanggung jawab mencerdaskan anak Indonesia,"pungkas kepala lapangan Waskita Karya, Agus Saputra kepada awak media di kabupaten Tuban.(*)
