Pemkab Lebak Percepat Hilirisasi SDA, Siapkan Kawasan Industri Hijau 10.000 Hektare

9 April 2026 03:52 9 Apr 2026 03:52

Abdul Kohar, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Pemkab Lebak Percepat Hilirisasi SDA, Siapkan Kawasan Industri Hijau 10.000 Hektare

Kantor DPMPTSP Kabupaten Lebak. (Foto: Abdul Kohar/Ketik com)

KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak mempercepat implementasi strategi hilirisasi sumber daya alam (SDA) sebagai langkah konkret mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta menekan angka kemiskinan.

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, menegaskan bahwa optimalisasi potensi SDA melalui pengolahan di dalam daerah menjadi fokus utama pembangunan ekonomi ke depan. 

Menurutnya, hilirisasi akan memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan penjualan komoditas dalam bentuk mentah.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Lebak menargetkan pengembangan kawasan industri hijau dan ramah lingkungan seluas 10.000 hektare yang tersebar di 13 kecamatan.

Analis Kebijakan Madya DPMPTSP Lebak, Robertus Erwin, menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan kunci untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah.

“Potensi SDA harus diolah di daerah sendiri agar memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 9 April 2026.

Ia menyebutkan, sejumlah sektor strategis telah disiapkan untuk mendukung hilirisasi, di antaranya pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, hingga pertambangan. 

Adapun komoditas yang diproyeksikan berkembang meliputi industri Virgin Coconut Oil (VCO), Crude Palm Oil (CPO), pengolahan ikan tuna-cakalang-tongkol (TCT), udang, jagung (maizena), karet (ban kendaraan), singkong (tapioka), serta kopi dan cokelat.

Selain pengembangan industri, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) juga mulai berperan dalam memperkuat sektor pertanian dengan menampung gabah petani melalui fasilitas Rice Milling Unit (RMU). 

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produksi beras lokal sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah.

Untuk mendukung percepatan investasi, Pemkab Lebak juga menghadirkan kemudahan perizinan melalui sistem digital terintegrasi. Upaya ini dilakukan guna menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Kehadiran investor akan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru sekaligus membuka lapangan kerja dan mempercepat pengentasan kemiskinan, sesuai arahan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya,” kata Robertus.

Dari sisi infrastruktur, Kabupaten Lebak dinilai semakin kompetitif. Hal ini didukung oleh keberadaan Tol Serang–Panimbang, jalur Commuterline Rangkasbitung–Jakarta, serta kedekatan dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. 

Selain itu, Proyek Strategis Nasional seperti Kota Baru Maja dan Bendungan Karian turut menjadi faktor pendorong masuknya investasi.

Pemkab Lebak optimistis, dalam kurun waktu dua hingga empat tahun ke depan, arus investasi akan meningkat signifikan seiring dengan peningkatan aksesibilitas dan kepastian perizinan.

“Kawasan industri hilirisasi ini diharapkan menjadi motor ekonomi baru di wilayah tengah Lebak,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Hilirisasi SDA Pemkab lebak pertumbuhan ekonomi DPMPTSP Lebak banten ketik.com