KETIK, TUBAN – PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) berbasis peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Proyek pembangunan SR di Jawa Timur ini tersebar di lima daerah, yakni Surabaya, Kabupaten Sampang, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, dan Kabupaten Tuban dengan total nilai mencapai Rp1,165 triliun.
Hingga awal April 2026, progres pembangunan secara keseluruhan di Jawa Timur telah mencapai 33,311 persen. Sementara khusus di Kabupaten Tuban, progres pekerjaan berada di angka 26,344 persen.
Pihak pelaksana menargetkan pembangunan dapat rampung pada 20 Juni 2026.
Untuk mengejar target tersebut, percepatan terus dilakukan dengan mengantisipasi berbagai potensi kendala, mulai dari ketersediaan material hingga tenaga kerja.
Di lokasi proyek Tuban, pembangunan telah memasuki tahap struktur awal.
Sejumlah pekerjaan seperti galian tiang pancang (pile cap) untuk konstruksi gedung mulai dilakukan, termasuk pemasangan pagar permanen berbahan beton.
Kepala Lapangan Waskita Karya, Agus Saputra, menyebut proyek ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program prioritas pemerintah.
“Pembangunan SR di Tuban sejalan implementasi Asta Cita Pemerintah terkait peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan pendidikan. Proyek ini pun sangat penting karena termasuk ke dalam program prioritas Presiden Prabowo untuk mengentaskan kemiskinan di Tanah Air,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem, sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
“Program Sekolah Rakyat menerapkan pendekatan pendidikan berbasis asrama yang dinilai lebih efektif menjaga keberlanjutan belajar bagi anak keluarga miskin maupun miskin ekstrem. Maka kami memastikan seluruh fasilitas tersedia demi menyukseskan proses belajar mengajar dan pembentukan karakter,” imbuhnya.
Dalam satu kawasan pembangunan, Waskita Karya tidak hanya membangun ruang kelas, tetapi juga fasilitas penunjang seperti asrama siswa, asrama guru, kantin, sarana olahraga, tempat ibadah, hingga gedung serbaguna.
Sebagai perusahaan konstruksi milik negara dengan pengalaman panjang, Waskita Karya menyatakan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kedepannya Waskita Karya akan terus membangun lebih banyak SR guna membantu pemerintah mewujudkan target di tahun 2029 sebanyak 500 Sekolah Rakyat. Bagi kami pembangunan proyek ini bukan sekadar menyelesaikan konstruksi, tapi juga bagian tanggung jawab mencerdaskan anak Indonesia,” tutup Agus.(*)
