Wali Kota Aminuddin Pastikan Investor Malaysia Masuk Probolinggo

30 November -1 00:00 30 Nov -1 00:00

Thumbnail Wali Kota Aminuddin Pastikan Investor Malaysia Masuk Probolinggo

Wali Kota Probolinggo, juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Probolinggo, dr. Aminuddin (kemeja putih) didampingi Gus Nur Fatur (kemeja warna krem) Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Probolinggo. (Foto: Eko Hardianto/ Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Pelabuhan yang dimiliki Kota Probolinggo, menjadi daya tarik investor asal Malaysia. Ketertarikan itu kini memasuki tahap studi kelayakan sebelum masuk pada keputusan investasi.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, kepada ketik.com menjelaskan, minat investor dimulai dari penandatanganan Letter of Intent (LoI). Setelah itu, mereka akan melakukan feasibility study atau studi kelayakan.

“Setelah studi kelayakan nanti diketahui bentuk investasinya seperti apa. Tugas kita menyiapkan semua data mereka butuhkan. Seperti harga, inflasi, dan data ekonomi lainnya,” katanya, di sela acara perayaan HUT Partai Gerindra, ke 18 Senin 9 Februari 2026 malam, di Gedung Widya Harja, JL Panjaitan kota setempat. 

Masih menurut pria kelahiran Palembang itu, munculnya minat para investor berawal ketika dirinya menyampaikan presentasi di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka menilai, Kota Probolinggo, memiliki potensi besar karena memiliki pelabuhan.

Sekedar diketahui, pada 12 -14 Agustus 2025 lalu, Aminuddin, menghadiri ASEAN Governors and Mayors Forum (AMF) 2025, di Kuala Lumpur, Malaysia. Forum ini mempertemukan gubernur dan wali kota se-ASEAN, untuk memperkuat kerja sama dan jejaring antar kota.

Disana kepala daerah juga ahli kebidanan dan kandungan itu menawarkan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kota Probolinggo, atau lingkungan pelabuhan. 

“Mereka bertanya, kenapa kota yang punya pelabuhan belum berkembang maksimal. Itu yang membuat mereka tertarik melihat potensi Kota Probolinggo, lebih jauh,” jelasnya.

Masih kata Aminuddin, Pemkot Probolinggo, berencana menyiapkan layanan percepatan investasi melalui Akselerasi Investasi Probolinggo (AIPRO) bagi para investor. Disitu pemerintah daerah membantu mulai penyediaan lahan, perizinan, hingga dukungan lainnya.

“Kita siapkan semuanya supaya mereka tidak repot dengan urusan awal. Itu tanggung jawab pemerintah,” tegas Walikota Aminuddin. Terkait target realisasi, dia menyebut bahwa hasil feasibility study diperkirakan dapat diketahui dalam hitungan bulan.

“Feasibility study paling hanya beberapa bulan. Setelah itu akan terlihat bentuk usaha apa yang akan mereka lakukan di Kota Probolinggo,” tutup dia. 

Dikutip dari laman Diskominfo Kota Probolinggo, lima perusahaan Malaysia, menyatakan minat berinvestasi. Masing-masing Good Morning Group BHD, Stunning Cheers SDN BHD, GPSina SDN BHD, Decon Protech SDN BHD, dan Newlla (F) SDN BHD.

Datuk Wira DR. Pua Kim An, perwakilan Good Morning Group BHD, menyatakan, letter of Interest menunjukkan keseriusan perusahaannya berinvestasi di Probolinggo. “Bahwa kita memiliki visi bersama untuk kemajuan dan pembangunan daerah di Probolinggo,” katanya. 

Good Morning Group BHD, juga menegaskan komitmennya menghadirkan solusi teknologi yang inklusif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan adaptasi teknologi berstandar internasional. 

“Penandatanganan LoI adalah langkah awal, dan tantangan sebenarnya adalah implementasi kerja sama yang konkret setelahnya,” tutup Datuk Wira. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wali Kota Aminuddin Investasi Malaysia KEK Probolinggo Kota Probolinggo Investor asing Kawasan Ekonomi Khusus AIPRO Probolinggo studi kelayakan LoI Investasi Pengembangan Pelabuhan Probolinggo