KETIK, PROBOLINGGO – Sebuah video merekam kebocoran atap dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Ombas, beredar di kalangan jurnalis melalui platform WhatsApp, Minggu 11 Januari 2026 malam. Sekedar diketahui, MBG Ombas, berada di Jalan dr. Moh Saleh no 14, Kota Probolinggo.
Video berdurasi sekitar 29 detik tersebut, memperlihatkan air hujan masuk melalui atap. Air kemudian jatuh di area tungku saat aktivitas pengolahan makanan sedang berlangsung.
Tak hanya visual air mengalir dari celah atap. Dalam video itu, tungku juga tampak dalam kondisi menyala dengan wajan berada di atas api. Sementara suara hujan juga masih terdengar jelas.
Penelusuran ketik.com, video tersebut direkam oleh Rendi, juru masak dapur MBG Ombas. Dia menyatakan, video diambil sekitar pukul 15.00 WIB, saat hujan turun dengan intensitas tinggi. “Saya sedang memasak ayam. Air hujan masuk dari atap dan jatuh di area tungku,” kata Rendi, ketika dikonfirmasi.
Dijelaskan, jika air hujan mengenai minyak goreng yang sedang digunakan memasak. “Karena minyak goreng kena air hujan, terpaksa tidak saya pakai lagi,” imbuh Rendi. “Soal bagaimana perbaikan dapur ini selanjutnya saya tidak bisa menjawab. Saya hanya relawan,” lanjut dia, melalui telepon.
Sebelumnya, sejumlah informasi terkait dapur MBG Ombas, sempat beredar. Antara lain mengenai dugaan makanan basi, serta tidak adanya instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Bahkan pada medio Desember 2025 lalu, mencuat kabar demo warga sekitar dapur.
“Warga RW 05 sudah menyampaikan protes karena kondisi air sungai berubah dan menimbulkan bau tidak sedap. Dugaan kami, hal itu berasal dari limbah dapur MBG Ombas yang tidak memiliki IPAL,” ujar Anjas, warga sekitar dapur Ombas, pada Selasa 23 Desember 2025 lalu.
Namun demikian, protes warga tidak berlanjut. Masih menurut Anjas, persoalan berhasil diredam beberapa orang dari RW 02 RT 04. Alasannya, terdapat beberapa anggota keluarga dari wilayah tersebut yang diketahui menjadi relawan di dapur setempat.
“Protes warga akhirnya mereda karena disebut-sebut ada keterkaitan keluarga yang menjadi relawan di dapur MBG. Akibatnya, warga RW 05 hanya bisa menyampaikan keluhan secara terbatas,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Reza, pengelola dapur, maupun mitra pelaksana MBG Ombas, belum memberi tanggapan. Telepon maupun Short Messenger System melalui platform WhatsApp belum direspons. (*)
