Wagub Emil Pastikan Pasokan Listrik di Jawa Timur Aman Selama Ramadan hingga Idulfitri

20 Februari 2026 17:16 20 Feb 2026 17:16

Thumbnail Wagub Emil Pastikan Pasokan Listrik di Jawa Timur Aman Selama Ramadan hingga Idulfitri

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat melakukan kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) serta Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur di Kabupaten Sidoarjo pada Jumat, 20 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan pasokan listrik di Jawa Timur berada dalam kondisi aman dan siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama Bulan Suci Ramadhan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan kerja ke PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) serta Unit Pelaksana Pengatur Beban Jawa Timur di Kabupaten Sidoarjo pada Jumat, 20 Februari 2026.

“Secara kapasitas daya, Jawa Timur dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk kebutuhan Ramadan hingga Idul Fitri,” kata Emil.

Berdasarkan data PLN, beban puncak tertinggi di Jawa Timur tercatat mencapai 2.036 MW pada subsistem Krian–Gresik, dengan Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 2.638 MW atau cadangan daya sekitar 22 persen setara 602 MW.

Dalam menghadapi masa Siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI), UIT JBM menyiagakan 22 posko yang didukung 1.207 personel di wilayah Jatim–Bali. Kesiapan sistem tersebut diperkuat dengan 173 gardu induk, 394 unit transformator berkapasitas total 29.195 MVA, serta jaringan transmisi sepanjang 8.329,12 kilometer sirkuit.

Meski cadangan daya dinilai mencukupi, Emil menekankan bahwa penguatan jaringan tetap menjadi kebutuhan, terutama pada beberapa titik transmisi yang tingkat bebannya telah tinggi. Upaya ini penting untuk menjaga keandalan distribusi listrik di seluruh wilayah.

Ia menambahkan bahwa stabilitas dan keseimbangan sistem kelistrikan juga menjadi faktor krusial, mengingat tren beban listrik selama Ramadan dan Idul Fitri dalam beberapa tahun terakhir justru menurun hingga sekitar 30 persen dibandingkan hari normal.

“Listrik itu harus selalu seimbang. Ketika beban turun drastis dan tidak dilakukan penyesuaian, tegangan bisa meningkat dan itu berbahaya bagi sistem. Karena itu pengendalian harus dilakukan secara real time,” ujarnya.

“Bukan hanya soal cukup atau tidaknya daya. Konfigurasi jaringan juga harus kuat. Kalau ada gangguan di satu titik dan jalurnya sudah padat, dampaknya bisa meluas,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Emil turut mengapresiasi rencana pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi (Gitet) di Waru yang dinilai strategis untuk memperkuat sistem kelistrikan di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang selama ini bertumpu pada Krian dan Gresik.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi jaringan melalui metode uprating sebagai solusi agar tidak perlu membuka jalur transmisi baru di kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi.

“Dengan beban sebesar ini, tidak cukup hanya mengandalkan dua titik. Pengembangan di Waru ini sifatnya krusial untuk mencegah risiko yang lebih besar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya percepatan pengembangan energi hijau di Jawa Timur, termasuk potensi panas bumi sekitar 34 MW serta rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Pasuruan dan Banyuwangi.

“Energi hijau bukan hanya isu lingkungan, tetapi kebutuhan industri. Ini akan memperkuat daya saing Jawa Timur,” imbuhnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak Listrik Jawa Timur Kesiapan Ramadhan Idul Fitri 2026 PLN Energi dan Infrastruktur Pemprov Jatim