Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

13 Maret 2026 15:00 13 Mar 2026 15:00

Thumbnail Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

Wa Ode Anggota DPRD DKI Jakarta (kiri) dan Faozan Amar Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah (kanan) dalam kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakinah Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada Jumat, 13 Maret 2026. (Foto: MPKS PP Muhammadiyah)

KETIK, SURABAYA – Politisi Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2024–2029, Wa Ode Herlina, tampak tak kuasa menahan haru saat menghadiri kegiatan Pondok Ramadan yang diselenggarakan oleh Rumah Sakinah Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, pada Jumat, 13 Maret 2026.

Suasana hangat namun sarat keprihatinan sudah terasa sejak awal acara. Pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah mengungkapkan bahwa sebanyak 40 peserta Pondok Ramadan merupakan perempuan binaan yang berasal dari berbagai kondisi rentan, seperti penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), korban perdagangan orang, pekerja seks komersial, hingga perempuan marjinal perkotaan, termasuk warga Rusun Conver Kemayoran.

Mendengar kisah perjuangan para perempuan tersebut, Wa Ode Herlina terlihat sangat tersentuh hingga menitikkan air mata. Dalam sambutannya, dengan suara yang sempat terbata-bata, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus refleksi mendalam terkait perhatian terhadap masyarakat lapisan bawah.

“Kami mohon maaf, karena selama ini mungkin kami belum sepenuhnya menyentuh dan memperhatikan ibu-ibu yang berjuang di akar rumput. Kami sering disibukkan dengan diskusi pembangunan yang bersifat makro dan berorientasi fisik. Karena itu, kami berterima kasih kepada Muhammadiyah, khususnya pengurus Rumah Sakinah Muhammadiyah, yang telah mengingatkan kami bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian nyata,” tuturnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap peran Muhammadiyah, khususnya Rumah Sakinah Muhammadiyah, yang dinilai konsisten menghadirkan program nyata bagi kelompok rentan. Dalam kesempatan tersebut, Wa Ode Herlina turut menyampaikan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama, terutama dalam program pemberdayaan perempuan serta perlindungan kelompok rentan di wilayah Jakarta.

Kegiatan Pondok Ramadan yang rutin digelar setiap tahun ini mengangkat tema “Ramadhan Berdaya: Membangun Kemandirian dan Memuliakan Martabat Warga Rentan.”

Sejumlah narasumber turut hadir untuk memberikan materi yang beragam, mulai dari Ramadan dan kesehatan reproduksi perempuan, pemberdayaan ekonomi digital dan keamanan digital, peluang bisnis yang cepat berkembang, pendidikan Islam dalam keluarga, hingga penguatan spiritual selama Ramadan.

Selain menjadi ajang pembinaan, kegiatan ini juga sekaligus meluncurkan tiga program pemberdayaan baru di Rumah Sakinah. Ketua Rumah Sakinah, M. Arif An, menekankan pentingnya keseimbangan antara program pemberdayaan dan penguatan spiritual bagi para binaan.

“Pondok Ramadan ini selain menlaunching tiga program pemberdayaan baru dirumah sakinah, juga kami ingin memberikan bekal peningkatan spritual dan akidah kepada warga binaan yang rentan menghadapi masalah sosial, sebab sebaik apapun program pemberdayaan dengan tidak diimbangi dengan spritual yang kuat dengan terbentuk jiwa kesalehan pribadi dan kesalehan sosial, maka tidak akan terwujud binaan Rumah Sakinah yang sejahtera,” ujarnya.

Acara Pondok Ramadan Rumah Sakinah kemudian ditutup secara resmi oleh M. Arif An yang juga Tenaga Ahli Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Penutupan dilakukan dengan pembacaan pantun yang sarat makna, mengajak seluruh peserta untuk tetap optimis dalam membangun kehidupan yang lebih baik, “Habibie Ainun teladan keluarga, kisahnya romantis berbudi bahasa. Mari membangun Rumah Sakinah sekuat tenaga, selalu optimis menjemput asa.” (*)

Tombol Google News

Tags:

Wa Ode Herlina pdi perjuangan DPRD DKI Jakarta Rumah Sakinah Muhammadiyah pondok ramadan perempuan rentan Pemberdayaan perempuan Jakarta