Ribuan Warga Terdampak! Gubernur Khofifah ke Lokasi Terparah Sekaligus Bagikan Sembako ke Korban Banjir Pasuruan

27 Maret 2026 06:44 27 Mar 2026 06:44

Thumbnail Ribuan Warga Terdampak! Gubernur Khofifah ke Lokasi Terparah Sekaligus Bagikan Sembako ke Korban Banjir Pasuruan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) berbagi keceriaan bersama anak-anak korban banjir di Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan pada Kamis, 26 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau banjir di Dusun Bandaran, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan dampak banjir melalui berbagai langkah konkret di lapangan pada Kamis, 26 MAret 2026.

Gubernur Khofifah juga membagikan bantuan sembako kepada ratusan warga terdampak banjir yang sebagian harus mengungsi akibat tingginya genangan air.

Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu bahkan menggunakan perahu karet untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan darat untuk memastikan kondisi warga di titik-titik terdampak.

"Pemprov Jatim bersama seluruh jajaran terus bersiaga dan berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga serta percepatan penanganan dampak banjir. Dan kami juga minta masyarakat tetap berhati-hati, keselamatan menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah meninjau dapur umum di Kantor Kecamatan Rejoso untuk memastikan kesiapan produksi dan distribusi makanan bagi warga terdampak. Pasalnya, dapur umum memiliki peran vital dalam mendukung penanganan darurat bencana.

Berdasarkan data, dapur umum mampu memproduksi sekitar 1.500 bungkus makanan siap saji per hari. Pihaknya memastkan kebutuhan konsumsi warga terpenuhi dengan baik, produksi cukup, distribusi merata dan kualitas makanan terjaga.

Di sela peninjauan, Khofifah juga menyempatkan berinteraksi dengan anak-anak terdampak banjir dan membagikan mainan untuk menjaga keceriaan dan menghibur mereka di tengah situasi bencana.

“Anak-anak harus tetap terjaga keceriaannya. Di tengah situasi seperti ini, mereka tetap butuh rasa aman dan dukungan agar tidak mengalami trauma,” katanya

Secara keseluruhan, jumlah warga terdampak di Kabupaten Pasuruan mencapai 1.148 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti Beji, Rejoso, Bangil, Winongan, Grati, Kraton dan Gempol.

Sebagai bagian dari respons cepat, BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Pasuruan telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari asesmen, distribusi logistik, penyediaan tenda pengungsian hingga pengerahan perahu untuk membantu mobilitas warga di wilayah terdampak.

Gubernur Khofifah juga menjelaskan bahwa banjir dipicu tingginya intensitas hujan serta luapan anak-anak sungai di wilayah tersebut, yang diperparah kondisi geografis dataran rendah sehingga air mudah menggenang.

“Banjir di sini karena intensitas hujan yang tinggi kemudian meluber karena ini dataran rendah. Kalau saya menyebut ini genangan karena ini sebenarnya aliran dari anak-anak sungai yang ada di sekitar sini,” ucap dia.

“Ini diperkirakan akhir hidrometeorologi, setelah ini diperkirakan kemarau panjang,  jadi semua harus membangun kewaspadaan,” tambah mantan menteri sosial itu. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Khofifah Gubernur Jatim Gubernur Khofifah jatim Pemprov Jatim Pemprov banjir pasuruan Pasuruan banjir sembako mainan anak