KETIK, JEMBER – Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Kamis malam, 5 Maret 2026. Kepadatan kendaraan ini dipicu oleh beredarnya informasi mengenai ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) yang disebut hanya cukup untuk sekitar 23–25 hari.
Pantauan Ketik.com, antrean mulai mengular panjang selepas salat tarawih. Salah satu warga yang antre BBM di SPBU Jalan Ahmad Yani Jember, Ahmad Alfian, mengaku sengaja membeli BBM lebih banyak setelah mendapat kabar mengenai keterbatasan stok bahan bakar. Informasi itu ia terima melalui sejumlah WhatsApp Group (WAG).
“Saya antre beli bensin karena mendapat informasi stok BBM katanya hanya cukup sekitar 20 hari ke depan. Di WAG warga perumahan seperti itu informasinya. Jadi sebagai antisipasi saya ikut mengisi dan tadi juga menyimpan satu galon untuk persediaan di rumah,” katanya.
Rudy mengatakan stok BBM yang dibelinya tersebut diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dalam beberapa hari ke depan.
“Dengan cadangan satu galon itu, saya kira cukup untuk dipakai sekitar 10 hari ke depan,” ujarnya.
Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga keluar area SPBU. Kondisi tersebut terjadi hampir di seluruh SPBU di wilayah Kabupaten Jember.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, mengatakan lonjakan antrean kendaraan mulai terlihat sejak siang hari dan terus meningkat hingga malam.
“Sejak siang tadi memang sudah mulai ramai. Sampai malam ini antrean kendaraan sudah terlihat di hampir seluruh SPBU di Kabupaten Jember,” kata Ikbal saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Menurut Ikbal, antrean tersebut dipicu oleh informasi yang beredar di masyarakat mengenai ketahanan stok BBM yang disebut hanya cukup sekitar 23 hari. Informasi itu memicu kekhawatiran sehingga banyak warga memilih mengisi BBM lebih banyak dari biasanya.
“Menurut saya, antrean ini terjadi karena adanya pemberitaan yang menyebut stok BBM hanya cukup sekitar 23 hari. Informasi itu yang kemudian memicu masyarakat melakukan pembelian lebih banyak di SPBU,” ujarnya.
Untuk itu, Hiswana Migas wilayah Besuki mengimbau warga untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Karena pasokan BBM masih tetap lancar,” pungkasnya. (*)
