KETIK, MALANG – Menjalani Ramadan di negeri orang menjadi pengalaman baru bagi Muhammad Zair Baitil Atiq. Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu merasakan suasana puasa yang berbeda saat berada di Portugal.
Saat ini Zair tengah mengikuti program pertukaran pelajar Erasmus di Universitas Minho yang berada di Kota Braga, Portugal. Mahasiswa angkatan 2022 tersebut menjalani Ramadan pertamanya di luar negeri, jauh dari keluarga dan suasana yang biasanya ramai di Indonesia.
Menurut Zair, perbedaan suasana Ramadan cukup terasa karena jumlah umat Islam di Portugal sangat kecil, hanya sekitar satu persen dari total populasi. Hal itu membuat suasana bulan suci di sana terasa lebih tenang.
“Di Indonesia orang-orang sangat excited menyambut Ramadan. Kalau di sini rasanya seperti kita saja yang merayakan,” ujarnya kepada Tim Humas UMM pada 8 Maret lalu.
Meski begitu, Zair mengaku tetap menikmati pengalamannya menjalani ibadah puasa di perantauan. Ia juga merasakan sikap saling menghargai dari teman-temannya di kampus yang memahami bahwa dirinya sedang berpuasa.
“Teman-teman di kelas sangat respect. Mereka tahu saya sedang puasa, bahkan mereka juga tahu saya tidak bisa makan babi atau minum alkohol. Jadi, kalau mengajak hangout, mereka memilih tempat yang sesuai,” jelasnya.
Selama berada di Portugal, Zair juga lebih sering memasak sendiri untuk memastikan makanan yang dikonsumsi tetap halal. Ia bahkan membawa beberapa bumbu khas Indonesia dari rumah. Namun, sesekali ia juga berbuka puasa di restoran Turki yang berada tidak jauh dari kampus dan menyediakan menu halal bagi umat Muslim.
Bagi Zair, menjalani Ramadan di luar negeri menjadi pengalaman berharga yang memberinya banyak pelajaran tentang toleransi dan menghargai perbedaan. (*)
