KETIK, TULUNGAGUNG – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung mulai menggerakkan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat kecamatan. Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) perdana di Kecamatan Kalidawir, Sabtu, 10 Januari 2026.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Lapangan Desa Rejosari itu dihadiri seluruh perangkat desa se-Kecamatan Kalidawir. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan mewarnai jalannya musyawarah yang menjadi titik awal konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput.
Muscam ini tidak hanya menjadi forum formal organisasi, tetapi juga menjadi simbol penguatan solidaritas antarperangkat desa. PPDI Tulungagung menempatkan musyawarah ini sebagai pijakan awal dalam membangun organisasi yang solid, terkoordinasi, dan memiliki daya tawar kuat.
Dorong Satu Visi dan Satu Komando
Wakil Ketua PPDI Tulungagung, Darosin, yang hadir mewakili Ketua Umum Abdul Fatah, menegaskan bahwa Muscam Kalidawir menjadi momentum penting untuk menyatukan visi perjuangan perangkat desa. Ia menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada kekompakan dan kesatuan gerak.
"Ini adalah tonggak sejarah bagi kita. Kita harus satu komando dalam memperjuangkan kesejahteraan, mulai dari Siltap hingga perlindungan hukum. Dengan kepengurusan di tingkat kecamatan, koordinasi kita akan jauh lebih solid," tegas Darosin.
Ia menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan PPDI di tingkat kecamatan akan mempermudah konsolidasi, mempercepat koordinasi, serta memperkuat advokasi kepentingan perangkat desa di tingkat kabupaten.
Empat Agenda Strategis Muscam
Dalam Muscam tersebut, PPDI Kecamatan Kalidawir menetapkan empat fokus utama sebagai landasan kerja organisasi. Pertama, penguatan legalitas organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Kedua, pemilihan kepemimpinan untuk masa bakti 2026–2031.
Fokus ketiga adalah perjuangan kesejahteraan perangkat desa, khususnya terkait Penghasilan Tetap (Siltap) dan berbagai tunjangan. Sementara fokus keempat diarahkan pada penguatan solidaritas dan persaudaraan antarperangkat desa tanpa memandang jabatan.
Camat Kalidawir, Rusdiyanto, yang membuka Muscam secara resmi, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PPDI di tingkat kecamatan. Ia menilai PPDI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa.
"Perangkat desa adalah ujung tombak pelayanan publik. Kami berharap PPDI tingkat kecamatan mampu memperlancar komunikasi antara desa dan kecamatan, terutama dalam mengawal kebijakan strategis daerah," ungkap Rusdiyanto.
Menurutnya, sinergi antara PPDI dan pemerintah kecamatan sangat dibutuhkan untuk memastikan kebijakan daerah dapat berjalan efektif hingga tingkat desa.
Firmansyah Manshur Pimpin PPDI Kalidawir
Melalui musyawarah yang berlangsung demokratis dan penuh kekeluargaan, Firmansyah Manshur terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Kecamatan Kalidawir untuk masa bakti 2026–2031.
Dalam sambutan perdananya, Firmansyah menyatakan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan mengedepankan program kerja yang menyentuh kebutuhan anggota.
"Alhamdulillah, Muscam berjalan sukses. Fokus kami ke depan adalah menyusun program kerja yang nyata untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa dan memastikan kesejahteraan anggota lebih terjamin," ujarnya optimis.
Rangkaian Muscam ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada ketua terpilih dan sesi foto bersama. Momentum tersebut menandai dimulainya babak baru perjuangan PPDI Kecamatan Kalidawir dalam memperkuat persatuan dan meningkatkan peran perangkat desa sebagai pelayan masyarakat. (*)
