KETIK, TULUNGAGUNG – Memasuki tahun anggaran 2026, Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tancap gas dalam membenahi infrastruktur jalan.
Setelah menuntaskan agenda tahun 2025, Pemkab kini menyiapkan "anggaran jumbo" sebesar Rp300 Miliar untuk mengejar target 50% penyelesaian sisa jalan yang belum mantap.
Peta Jalan Menuju Konektivitas Total
Berdasarkan data teknis, Kabupaten Tulungagung memikul tanggung jawab atas 1.775 kilometer jalan kabupaten. Pada awal 2025, tercatat 72% jalan berada dalam kategori mantap. Namun, tantangan besar masih tersisa pada 28% jalan yang memerlukan penanganan serius.
Untuk menuntaskan sisa 28% jalan tersebut hingga tahun 2030, dibutuhkan estimasi biaya mencapai Rp1,15 Triliun, mencakup perbaikan rusak berat (Rp800 Miliar) serta pemeliharaan rutin dan rusak ringan (Rp350 Miliar). Secara kalkulasi, Dinas PUPR membutuhkan sedikitnya Rp200 Miliar per tahun untuk menjaga momentum perbaikan ini.
Pada tahun anggaran 2025, Pemkab Tulungagung telah mengalokasikan Rp72 Miliar melalui APBD murni yang tersebar ke dalam 63 paket infrastruktur jalan dan drainase.
Fokus utama tahun lalu adalah rekonstruksi 13 paket strategis, termasuk jalur krusial seperti ruas Mojosari sampai TPA Segawe hingga Desa Penjor.
Merespons kebutuhan mobilitas warga, anggaran tahun 2026 ditingkatkan secara signifikan menjadi Rp300 Miliar.
Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Tulungagung, Endra Wibawa, S.T., M.PSDA, mengungkapkan bahwa alokasi ini akan difokuskan pada lima proyek prioritas di antaranya :
1. Rekonstruksi Ruas Rejosari sampai Sine Rp 21 Miliar.
2. Penanganan Long Segment Tanggunggunung sampai Rejosari Rp 11,1 Miliar.
3. Pemeliharaan Berkala Gragalan sampai Podorejo Rp 7,04 Miliar.
4. Rekonstruksi Ruas Kalitalun sampai Sine Rp 6,7 Miliar.
5. Rekonstruksi Ruas Pucanglaban sampai Molang Rp 6 Miliar.
"Dengan anggaran 300 Miliar ini, kami menargetkan 50% dari sisa jalan yang belum mantap dapat tuntas di tahun ini," tegas Endra Wibawa (22/02/2026).
Komitmen Bupati Tulungagung dan Dinas PUPR dibuktikan dengan dimulainya pengerjaan fisik secara serentak pada 23 Februari 2026 di beberapa titik vital, antara lain:
1. Ruas Ngunut sampai Doroampel Rp1,6 Miliar.
2. Ruas Ngunut sampai Podorejo Rp1,9 Miliar.
3. Ruas Pulosari sampai Bukur Sepanjang 4 Kilometer (termasuk 1 KM di area Sambirobyong).
Langkah akseleratif ini diharapkan tidak hanya memperbaiki aspal yang berlubang, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui kelancaran transportasi antarwilayah yang lebih efisien dan aman. (*)
