Komisi IX DPR RI Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Sukseskan MBG di Tulungagung

22 Februari 2026 23:35 22 Feb 2026 23:35

Thumbnail Komisi IX DPR RI Ajak Kolaborasi Lintas Sektor Sukseskan MBG di Tulungagung

Nurhadi, S.Pd, MH anggota DPR RI lKomisi IX dari partai Nasdem sesuai memberikan doorprize kepada peserta. (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Langkah nyata dalam upaya mencetak generasi emas Indonesia terus digulirkan. Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi, S.Pd., M.H menggelar sosialisasi dalam rangka mendukung Program Makan Bergizi Gratis bersama para mitra strategis di tingkat pusat hingga daerah.

Kegiatan Sosialisasi ini dibuka tepat pukul 10.00 waktu setempat bertempat di GOR Menara Eva Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung dan dikuti sebanyak 250 peserta dari wilayah Kecamatan Campurdarat dan Tanggunggunung.  

Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi mengenai standar nutrisi, mekanisme distribusi, hingga pengawasan agar program prioritas nasional ini tepat sasaran dan punya berdampak signifikan.

Hadir pada acara tersebut anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi Partai Nasdem Nurhadi, S.Pd., M.H, anggota DPRD Rizki Ranisa Nur'atma dari Fraksi Nasdem, Ainun Marifah, S.STP Kabag TU KPPG Surabaya Perwakilan dari BGN RI, Mamik Hidayah, SKM., M.Kes, selaku Kabid KesMas Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dan ratusan peserta Sosialisasi 

 

Poin Utama Sosialisasi membahas :

1. Peningkatan Gizi Spesifik 

Fokus pada pemenuhan protein hewani dan sayuran hijau bagi anak usia sekolah.

2. Pemberdayaan Ekonomi Lokal Melibatkan UMKM dan kelompok tani lokal sebagai penyedia bahan baku makanan.

3. Pengawasan Ketat

Komisi IX menekankan pentingnya transparansi anggaran dan standar higienitas pangan.

"Program ini bukan sekadar memberi makan, tapi investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia kita. Kami di Komisi IX bersama mitra kerja berkomitmen memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan berubah menjadi nutrisi yang mendukung kecerdasan anak bangsa." ucap anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi. 

Gizi sangat mempengaruhi terhadap :

1. Kesehatan 

2. Kecerdasan 

3. Bentuk tubuh 

Masih menurut Nurhadi, terkait dengan kecerdasan, hasil survey lembaga independent Tahun 2023 dari 11 negara di asia tenggara, orang Indonesia tingkat kecerdasannya ranking 2 dari belakang.

"Negara tingkat kecerdasan nya tinggi ranking 1 adalah negara Singapura di lanjut vietnam, malaysia dari 11 negara di asia tenggara", ujarnya di hadapan peserta sosialisasi pada Minggu 22 Februari 2026 pagi.

Peringkat IQ Indonesia yang sering disebut berada di posisi bawah di Asia Tenggara (bersaing dengan Timor Leste dan Laos di kisaran skor 78-79) memang menjadi perhatian serius pemerintah saat ini

Dalam sosialisasi tersebut, Ainun Marifah dari perwakilan BGN RI menekankan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi lintas sektor. Mitra kerja seperti Kementerian Kesehatan dan lembaga/instansi terkait turut andil dalam menyusun protokol keamanan pangan. 

Tidak hanya soal kenyang, namun edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) juga disisipkan dalam setiap sesi pembagian makan tersebut.

Senada dengan Nurhadi , menurut Mamik Hanifah Mamik Hidayah selaku Kabid KesMas Dinas Kesehatan Tulungagung sangat mengapresiasi dengan antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi pada acara sosialisasi hari ini.

Munculnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah respon langsung untuk memutus rantai masalah tersebut.

Berikut adalah analisis penyebab rendahnya skor tersebut dan bagaimana kaitannya dengan program MBG:

1. Masalah "Hidden Hunger" (Kelaparan Tersembunyi)

Banyak anak Indonesia merasa kenyang, tetapi sel otaknya "lapar".

Penyebab: Pola makan yang didominasi karbohidrat (nasi) namun sangat rendah protein hewani (telur, ikan, daging). Protein hewani mengandung asam amino esensial yang krusial untuk pembentukan neurotransmiter di otak.

Kaitan MBG: Program MBG dirancang untuk memastikan anak mendapatkan asupan protein hewani secara konsisten, yang selama ini absen dari piring makan banyak keluarga kurang mampu.

2. Lingkaran Setan Stunting

Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka stunting tertinggi di ASEAN (sekitar 19-22%).Penyebabnya adalah Kekurangan gizi kronis menyebabkan pertumbuhan otak tidak maksimal. Otak anak stunting memiliki jumlah sel saraf yang lebih sedikit dan koneksi antar saraf yang lebih lemah.

Kaitan MBG: Intervensi gizi melalui MBG diharapkan dapat memperbaiki status gizi anak-anak usia sekolah agar potensi kognitif yang masih tersisa bisa dioptimalkan, serta mencegah penurunan kecerdasan lebih lanjut pada generasi mendatang.

 Orang tua siswa berharap program ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjamin asupan nutrisi buah hati mereka selama berada di lingkungan sekolah.

Usai sosialisasi digelar, ditandai dengan bagi bagi Doorprize dengan cara menjawab pertanyaan dari narasumber hadir dan di tutup dengan foto bersama.(*)

Tombol Google News

Tags:

@sosialisasi MBG BGN #pamglimanurhadi #dprri