‎Toleransi Bersemi di Kota Malang, GKJW Sambut 1.200 Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU dari Surabaya

8 Februari 2026 00:32 8 Feb 2026 00:32

Thumbnail ‎Toleransi Bersemi di Kota Malang, GKJW Sambut 1.200 Jemaah Mujahadah Kubro 1 Abad NU dari Surabaya

Rombongan jemaah PCNU Surabaya disambut hangat di Balewiyata Majelis Agung GKJW Malang. (Foto: Lutfia/Ketik)

KETIK, MALANG – Momen Mujahadah Kubro 1 Abad NU menjadi panggung indahnya toleransi di Kota Malang. Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Malang memberikan sambutan hangat terhadap 1.200 jemaah PCNU Surabaya, Minggu, 8; Februari 2026.

Muhammad Syafi'i, Ketua Panitia Mujahadah Kubro PCNU Surabaya turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat di Balewiyata Majelis Agung GKJW. Bahkan ummat kristiani, hingga suster dan pendeta turut menyambut kehadiran rombongan jemaah tersebut. 

"Rombongan Mujahadah Kubro dari Surabaya sudah koordinasi sebelum acara H-1 minggu kemarin untuk bisa transit di sini," ujarnya.

Rombongan jemaah PCNU Surabaya ini datang dengan 21 bus, 7 mobil van dan elf, serta mobil pribadi. Balewiyata ini menjadi lokasi transit yang juga menyediakan fasilitas bagi jemaah. 

Menurut Syafi'i, hangatnya sambutan yang diberikan oleh saudara GKJW Malang merupakan sebuah kerukunan yang sudah lama terjalin. Bahkan antara GKJW Malang dan PCNU Surabaya sudah rutin menjalin silaturahmi. 

"Kami mengucapkan terima kasih atas kerukunan beragama yang ditunjukkan GKJW khususnya untuk jemaah Surabaya. Kami tidak bisa membalas kebaikan, hanya mengucapkan bahasa NU-nya 'Jazakumullah khairan katsiran', mudah-mudahan semua itu dibalas oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa," katanya.

Sementara itu, Pendeta Natal Hermawan, Ketua Majelis Agung GKJW menjelaskan jemaah NU dapat mengakses kamar mandi, hingga tempat shalat yang nyaman. Minuman hangat dan makanan pun turut disajikan kepada jemaah PCNU Surabaya. 

"Kami menyambut dengan senang dan juga tentunya bersukacita karena ini sebuah ikhtiar dalam rangka merawat persaudaraan, khususnya GKJW, umat Kristen dengan NU," ucapnya.

Tak hanya itu, Balewiyata Majelis Agung GKJW juga memiliki sejarah dekat dengan NU. Pasalnya Abdurrahman Wahid pernah mengajarkan tentang Islam kepada pendeta GKJW Malang selama 7 tahun di Balewiyata. 

"Peristiwa ini juga menjadi sebuah napak tilas terhadap para pendahulu kami yang sudah menjalin persaudaraan, relasi yang baik. Sehingga generasi pada saat ini, baik kami GKJW umat Kristen dan juga Nahdlatul Ulama, bisa meneruskan, melestarikan persaudaraan ini," tutupnya.  (*)

 

Tombol Google News

Tags:

GKJW Majelis Agung GKJW GKJW Malang Mujahadah Kubro 1 abad nu Mujahadah Kubro 1 Abad NU Kota Malang PCNU Surabaya Toleransi