KETIK, MALANG – Sebanyak 2.413 jemaah asal Kabupaten Bojonegoro menghadiri Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Sabtu, 7 Februari 2026. Rombongan ini berangkat dengan armada yang terdiri dari 33 bus dan 40 unit Elf.
Koordinator Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Baureno, Arinal Haq, menyampaikan pelepasan jemaah dilakukan langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Ia menyebutkan, jumlah jemaah asal Bojonegoro merupakan salah satu yang terbesar dalam gelaran akbar Mujahadah Kubro 1 Abad NU tersebut.
“Total jamaah dari Bojonegoro sebanyak 2.413 orang, diberangkatkan menggunakan 33 bus dan 40 elf. Secara jumlah, Bojonegoro menjadi salah satu daerah dengan jamaah terbanyak, setelah Malang, Kediri, dan Probolinggo,” ujarnya, saat ditemui di Universitas Negeri Malang.
Ia menjelaskan, rombongan jamaah diberangkatkan sejak pukul 15.00 WIB dari Kabupaten Bojonegoro. Untuk memastikan kelancaran perjalanan, pemberangkatan dibagi dalam tiga titik utama dengan sistem pengawalan terkoordinasi.
“Pemberangkatan dibagi dalam tiga titik pengawalan, yakni dari MWC NU Baureno, kemudian dari PCNU Bojonegoro, serta wilayah Padangan,” jelasnya.
Sebelum berangkat, seluruh jemaah telah melalui proses pendataan dan koordinasi oleh masing-masing MWC di bawah naungan PCNU Bojonegoro. Hal ini dilakukan agar panitia dapat menentukan titik kumpul dan teknis pemberangkatan secara efisien.
“Sebelumnya kami mengumpulkan data dari seluruh MWC se-PCNU Bojonegoro. Dari situ kemudian ditentukan titik-titik kumpul agar pemberangkatan bisa dilakukan bersama-sama dan lebih tertib,” katanya.
Arinal berharap Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU ini menjadi momentum kebangkitan semangat warga Nahdliyin dalam menyongsong abad kedua organisasi tersebut.
“Bagi warga NU, Mujahadah Kubro ini memberi semangat baru. Setelah 100 tahun NU berdiri, harapannya di abad kedua ini semangat ke-NU-an semakin bangkit dan memberikan manfaat yang lebih besar,” pungkasnya. (*)
