Dinilai Ada Sejumlah Pelanggaran, Hasil Konfercab GP Ansor Lumajang Ditolak Sejumlah PAC

8 Februari 2026 00:26 8 Feb 2026 00:26

Thumbnail Dinilai Ada Sejumlah Pelanggaran, Hasil Konfercab GP Ansor Lumajang Ditolak Sejumlah PAC

Press Realese yang disampaikan sejumlah PAC dan Ranting GP Ansor Lumajang (Foto : kiriman dari Tim Muhammad Maftuhan)

KETIK, LUMAJANG – Hasil Konfercab GP Ansor Lumajang yang berlangsung pada hari ini, Sabtu, 7 Februari 2026 di Yayasan Darul Falah Desa Karang Bendo Kecamatan Tekung, mendapatkan penolakan dari sejumlah PAC dan Ranting GP Ansor yang menjadi peserta Konfercab

Malam ini sejumlah PAC mengeluarkan pernyataan sikap  yang mengajukan tiga tuntutan utama terhadap hasil Muscab hari ini.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan oleh Abdul Hamid selaku Perwakilan PAC dan Ranting GP Ansor meminta kepada PW. GP Ansor Jawa Timur dan PP GP Ansor untuk menolak hasil Konfercab yang dilaksanakan pada hari ini.

“Kami meminta PW dan PP GP Ansor menolak hasil Konfercab GP Asor Lumajang, mendesak untuk segera membentuk caretaker dan meminta agar segera dilaksanakan Konfercab ulang yang dipimpin langsung oleh PW Ansor dan PPAnsor,” kata Abdul Hamid dalam Press Realese yang disampaikan malam ini

Abdul Hamid juga juga Ketua GP Ansor Kecamatan Gucialit, menyampaikan beberapa alasan yang menjadi dasar penolakan hasil Konfercab ini, diantaranya Panitia Konfercab dinilai mempersulit proses varifikasi persyaratan administrasi salah satu kandidat, adanya surat mandat yang diduga palsu karena nama yang tercantum dan mendapatkan mandat tidak sesuai SK, serta tidak diberikannya waktu yang cukup kepada Muhammad Maftuhan, salah satu kandidat, untuk menyampaikan surat mandat dari sejumlah PAC dan Ranting.

“Banyak sebenarnya pelanggarannya, dimana calon yang kemudian terpilih seharusnya memiliki pengalaman organisasi setidaknya selama tiga tahun dan masa akhir kepengurusannya di organisasi tidak boleh lebih dari 2 tahun. Nah yang terpilih ini akhir masa kepengurusannya sudah berakhir dalam rentang wakti 2 tahun 10 bulan, kan seharusnya tidak lolos sebagai calon,” kata Abdul Hamid.

Akibat dugaan sejumlah pelanggaran dalam berlangsungnya Konfercab ini, maka Muhammad Maftuhan tidak bisa ditetapkan sebagai calon, walaupun memiliki dukungan kuat dan tidak ada pelanggaran dari sisi persyaratan untuk menjadi calon Ketua.

“Ini kan fatal, karena yang memenuhi syarat kemudian tidak bisa ditetapkan sebagai calon, sementara calon lain yang sebenarnya kami nilai ada sejumlah persyaratan yang tidak memenuhi, kemudian ditetapkan sebagai satu-satunya calon Ketua GP Ansor Lumajang dan kemudian ditetapkan sebagai Ketua dalam Konfercab kali ini. Jadi ini benar-benar tidak fair dan menyalahi ketentuan organsasi yang seharusnya dipenuhi,” kata Abdul Hamid.

Sementara itu, Izzudin Syarif, Ketua terpilih dalam Konfercab yang berlangsung pada hari ini belum bersedia memberikan tanggapan atas penolakan hasil Konfercab tersebut.

“Saya masih capek mas, jadi saya mau istirahat dulu malam ini. Mungkin besok ya, nanti saya kabari,” kata Izzudin Syarif melalui sambungan ponselnya.

Media ini juga menghubungi H. Suud, salah seorang Panitia Konfercab melalui ponselnya. Namun kemungkinan yang bersangkutan sudah beristirahat, sehingga belum merespon usaha konformasi dari media ini.

Disisi lain, perihal penolakan Hasil Konfercab ini sudah beredar luas di media sosial, diantaranya video Tiktok.

Tombol Google News

Tags:

Konfercab GP Ansor Dinilai penuh pelanggaran Hasil Konfercab ditolak GP Ansor Lumajang berita lumajang hari ini