KETIK, MALANG – Se’Indonesia resmi membuka outlet terbarunya di Jl. Soekarno Hatta No. A4 Kav. C, Malang. Kehadiran outlet ini menjadi bagian dari komitmen Se’Indonesia dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang lebih utuh, tak hanya dari sisi rasa, tetapi juga kenyamanan dan interaksi sejak pelanggan pertama kali datang.
Se’Indonesia merupakan brand kuliner yang dikenal melalui sajian se’i sapi khas Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan daging yang diolah menggunakan teknik pengasapan tradisional asal Kabupaten Rote Ndao.
Teknik ini dilakukan melalui proses slow-cooked yang telah dimodernisasi. Proses tersebut membuat cita rasa asap meresap secara perlahan, menghasilkan tekstur daging yang konsisten, lembut, dan tetap juicy.
Meski dimodernisasi, teknik pengolahan ini tetap mengedepankan kualitas bahan serta keterjangkauan harga, sehingga hidangan Se’Indonesia dapat dinikmati lebih sering oleh masyarakat luas.
Selama perjalanannya, Se’Indonesia selalu mengutamakan pengalaman pelanggan dalam menikmati setiap sajian. Mulai dari sambutan awal, dinamika interaksi antara tim dan pelanggan, hingga suasana ruang yang mendukung kenyamanan, seluruhnya dirancang untuk menciptakan pengalaman bersantap yang menyeluruh.
Satu porsi menu di Se'Indonesia yang lezat. (Foto: Dok. Se'Indonesia)
Kota Malang, dengan karakter masyarakat yang beragam dan dinamis, menjadi fondasi yang tepat bagi Se’Indonesia untuk terus mengembangkan konsep layanannya. Pendekatan layanan yang lebih peka dan inklusif dihadirkan di setiap outlet, termasuk di Se’Indonesia Soehat Malang.
Sejalan dengan prinsip tersebut, Se’Indonesia Soehat Malang menghadirkan sesi pelatihan dasar bahasa isyarat sebagai bagian dari rangkaian soft opening, bekerja sama dengan Komunitas Akar Tuli Malang.
Pelatihan ini menjadi langkah awal untuk membekali tim dengan pemahaman dasar dalam berkomunikasi, sekaligus menumbuhkan pendekatan layanan yang lebih adaptif dan peka dalam menghadapi beragam situasi interaksi dengan pelanggan.
Co-Founder dan CEO Se’Indonesia, Rinaldi Dharma Utama, mengungkapkan bahwa konsep hospitality tidak hanya berhenti pada apa yang disajikan.
“Bagi kami, hospitality bukan hanya soal apa yang disajikan, tetapi bagaimana setiap orang merasa diterima,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan dasar bahasa isyarat tersebut membuka perspektif baru bagi tim outlet bahwa gestur sederhana dan upaya untuk saling memahami dapat menjadi awal dari pengalaman makan yang benar-benar berkesan bagi pelanggan.
“Dengan kesiapan ini, layanan diharapkan dapat berjalan lebih fleksibel, natural, dan penuh perhatian, seiring dengan beragamnya karakter, latar belakang, serta cara berinteraksi pelanggan,” imbuhnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Se’Indonesia dalam menghadirkan pengalaman yang relevan dengan dinamika pelanggan masa kini, mulai dari kualitas hidangan, suasana ruang, hingga interaksi layanan yang saling melengkapi.
Ke depan, Se’Indonesia akan terus mengembangkan berbagai inisiatif layanan yang berangkat dari keseharian pelanggan, agar setiap kunjungan terasa lebih personal dan nyaman, tidak sekadar menjadi momen menikmati hidangan berkualitas.
Dalam menjaga konsistensi mutu, Se’Indonesia menggunakan 100 persen daging sapi impor dengan sejumlah menu andalan, di antaranya Se’i Sapi Original—irisan daging lembut dengan cita rasa gurih dan aroma asap khas. Menu ini juga tersedia dalam pilihan se’i ayam.
Selain itu, terdapat Se’i Bakar Madu yang menghadirkan perpaduan rasa manis dan gurih dengan sentuhan aroma smoky. Beragam menu pelengkap juga disajikan, seperti PANSOS (Paket Gorengan dan Sosis) dengan harga mulai Rp12 ribuan.
Sebagai penutup, tersedia menu dessert Se’i Sweet Bola Pisang Madu, perpaduan bola pisang bolu hangat yang disajikan dengan es krim vanila. (*)
