Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Jatim Imbau Jemaah Umrah Tak Pakai Transit

27 Maret 2026 11:20 27 Mar 2026 11:20

Thumbnail Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Jatim Imbau Jemaah Umrah Tak Pakai Transit

Ilustrasi - Jemaah umrah sedang antre menuju pintu masuk pesawat di bandara. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur mengimbau para jemaah umrah tidak melakukan penerbangan transit di tengah kondisi Timur Tengah yang sedang memanas.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Jatim, As'adul Anam mengatakan, jika sejumlah kasus jemaah umrah tertahan di luar negeri, karena mereka menggunakan penerbangan dengan sistem transit.

Bahkan, katanya dalam sejumlah kasus jemaah harus kembali ke Jeddah dan membeli tiket baru agar bisa pulang ke Indonesia. Selain itu ada juga jemaah yang melakukan perjalanan darat agar dapat pulang ke Indonesia.

"Ada jemaah yang sempat tertahan karena pesawat tidak beroperasi, bahkan harus kembali ke Jeddah dan membeli tiket baru agar bisa pulang ke Indonesia," jelas As'adul Anam pada Kamis 26 Maret 2026.

Maka dari itu, ia mengimbau kepada jemaah umrah yang melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci untuk memilih penerbangan langsung.

Jumlah jemaah umrah dari Indonesia mengalami peningkatan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Dari tiga pekan terakhir jumlah calon jemaah umrah tercatat 1.700 orang.

Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 2.500 orang pada pekak berikutnya. Kemudian pada data terbaru, jumlahnya telah mencapai sekitar 4.500 jemaah.

Di sisi lain, jumlah jemaah yang kembali ke Indonesia justru mengalami penurunan. Tiga pekan lalu, tercatat 9.200 jemaah pulang ke Indonesia. 

Kemudian turun menjadi 7.600 jemaah dan terbaru, tercatat sekitar 4.991 jemaah. Penurunan angka kepulangan ini dinilai sebagai indikasi bahwa sebagian besar jemaah telah berhasil kembali dengan selamat dan tidak mengalami hambatan siginifikan. (*)

Tombol Google News

Tags:

umrah jemaah umrah kemenhaj asadul Anam Kemenhaj Jatim