Timbulkan Debu, Pembangunan Jalan Antardesa di Babahrot Dikeluhkan Warga

6 Januari 2026 15:59 6 Jan 2026 15:59

Thumbnail Timbulkan Debu, Pembangunan Jalan Antardesa di Babahrot Dikeluhkan Warga

Pengerjaan pembangunan jalan antardesa di Babahrot belum selesai dan menyebabkan debu beterbangan, Selasa, 6 Januari 2026. (Foto: Andre GK/Ketik)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Pengerjaan pembangunan jalan di Desa Pante Rakyat, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, mulai dikeluhkan. Pasalnya, warga khawatir dampak debu yang ditimbulkan dapat memperburuk kesehatan masyarakat.

"Pembangunan jalan belum selesai. Sekarang berdebu. Kami khawatir dapat menganggu kesehatan," ujar Iin, salah seorang warga, Selasa, 6 Januari 2025.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana proyek dari CV Meuligo Sejahtera, Parman dihubungi Ketik via pesan singkat mengatakan, pengerjaan jalan tersebut dikerjakan secara bertahap karena di sejumlah titik terdapat lubang sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu.

"Jalan Babahrot pekerjaannya lebih ke overlay aspal, karena ada beberapa titik berlubang maka diperbaiki dulu yang berlubang dengan mengganti base A awal dengan base baru, untuk pekerjaan tinggal aspal saja," ucap Parman.

Dia menjelaskan, beberapa waktu ke depan pihaknya akan melakukan mobilisasi peralatan pembangunan jalan aspal, sehingga dapat dilanjutkan ke tahap pengaspalan jalan lintas desa tersebut.

"Beberapa hari ini kami mobilisasi alat ke situ untuk pekerjaan aspal," sebutnya.

Terkait dengan debu yang dikeluhkan warga, Parman mengaku akan menurunkan armada tangki air untuk menyiram jalan yang masih dalam tahap proses pembangunan. Hal itu dilakukan agar debu tidak beterbangan yang dapat mengganggu aktivitas warga.

"Kita mobilisasi mobil tangki dulu ke lapangan. Mobil tangki lagi mobilisasi ke lapangan," sebutnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan jalan penghubung antardesa di Babahrot seperti Desa Pante Rakyat, Blang Raja, Rukoen Dame, Simpang Gadeng, Teladan Jaya, hingga Desa Cot Seumantok tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit tahun anggaran 2025 tersebut menelan anggaran hampir Rp1,5 miliar.

Proyek peningkatan jalan ini memiliki panjang sekitar 950 meter dengan lebar 4 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Meuligo Sejahtera sebagai pelaksana, sementara konsultan pengawas dipercayakan kepada CV Kirana Jaya Design. Total anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini hampir mencapai Rp1,5 miliar. (*)

Tombol Google News

Tags:

jalan pembangunan jalan babahrot Aceh Barat Daya abdya Aceh debu kesehatan Pante Rakyat