KETIK, MALANG – Kepergian Kuncoro, yang meninggal usai bermain sepak bola di Stadion Gajayana Kota Malang, Minggu, 18 Januari 2026, memukul tim Arema FC. Singo Edan menyebut kepergian Kuncoro merupakan kehilangan sangat besar bagi mereka.
"Klub Arema FC sangat berduka atas kepergian almarhum asisten pelatih kita, Coach Kuncoro. Ini merupakan kehilangan sangat besar bagi Arema FC," kata General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi.
"Tidak banyak kata. Kami hanya mohon doa agar Coach Kuncoro husnul khatimah dan dimaafkan jika beliau ada kesalahan," sambungnya.
Inal, sapaan karib Yusrinal, pun mengenang Kuncoro sebagai sosok yang bisa mencairkan suasana. Menurutnya, pelatih kelahiran 27 Maret 1973 ini memang dikenal sebagai sosok humoris.
"Hal ini memang ciri khas Coach Kuncoro," tuturnya.
Selain humoris dan cepat akrab, Inal menyebut, ada satu hal lain yang menjadi ciri Kuncoro. Menurutnya, pelatih asal Gondanglegi ini merupakan sosok yang hampir tak pernah mengeluh.
"Coach Kuncoro ini orang yang kuat. Bahkan, saat sakit pun, ia tidak mau merasakan. Baru, kalau sudah benar-benar nggak kuat, ia minta izin untuk tidak ikut latihan," Inal mengenang.
Lebih lanjut, menurut Inal, manajemen Arema FC memiliki rencana untuk mengenang sosok Kuncoro. Mereka, sambungnya, akan membuat video untuk mengenang almarhum.
"Saya langsung perintahkan ke anak-anak untuk membuat video biografi Coach Kuncoro. Sementara mungkin itu yang spontan kami pikirkan saat ini," tandasnya.
