Timnas Futsal Indonesia cetak sejarah lolos ke babak semifinal AFC 2026.Terimakasih Hector Souto. Mungkin itu kata yang pantas dan layak dikumandangkan. Capaian luar mulai dari fase grup hingga babak 16 besar. Tiga kali menang, sekali seri dan tanpa kesalahan.
Tak kalah hebat, tim sekelas Korea Selatan dilibas dengan skor telak 5-0, lalu menyudahi perlawan Kirgistan 5-3, dan bermain imbang 1-1 melawan Irak. Pun demikian dibabak 16 besar menang tipis atas seteru abadinya, Vietnam 3-2.
Meskipun futsal merupakan adik dari sepak bola, namun capaian Iqbal dan koleganya patut diapresiasi. Sekaligus sebagai obat dahaga ats tidak stabilnya prestasi sepak bola. Termasuk gagal lolos ke putaran final Piala Dunia.
Tidak sedikit publik di tanah air yang menaruh rasa simpati terhadap pelatih berkebangsaan spanyol tersebut. Termasuk keberhasilannya membawa pulang medali emas SEA Games Thailand 2025. Hasilnya pun tak main-main. Di final SEA Games menghancurkan tuan rumah Thailand dengan skor telak 6-1. Padahal Thailand adalah salah satu tim terbaik di Asia dan rajanya Asean. Peringkat FIFA nya juga di atas Indonesia.
Ditangan Hector pula lah prestasi futsal terus menunjukan tren positif. Selain selalu tampil atraktif, cara bermainnya juga enak ditonton. Termasukt penampilan terbaik saat. melibas Korsel 5-0. Ini semakin mempertegas jika futsal Indonesia mulai diperhitungkan di Asia.
Bahkan, Jepang yang akan menjadi lawan di babak semifinal, Kamis besok (6/2) tentu akan lebih berhati-hati saat menghadapi Indonesia dihadapan pendukungnya. Secara peringkat, Tim Sakura jauh di atas Indonesia. Dukungan suporter fanatik sangat mungkin akan mematahkan hitungan di atas kertas. Di mana Jepang menang telak 6-0 atas Afganistan di babak 16 besar.
Terlepas dari hasil apapun di babak semifinal besok, sentuhan tangan dingin Hector benar-benar menjadi magnit dan seakan mengajari cara bermain futsal di era modern. Terbukti, setiap Indonesia bertanding penonton selalu penuh memadati lapangan.
Lalu siapa sebenarnya Hector Souto?
Hector Souto adalah pelatih Timnas Futsal Indonesia berkebangsaan Spanyol yang lahir 45 tahun yang lalu. Tepatnya 7 Desember 1981. Sebelum menjadi pelatih Timnas, ia pernah menjadi pelatih klub futsal Bintang Timur Surabaya. Artinya, secara umum tidak asing bagi penonton.
Selain menjadi pelatih kepala, juga menjabat sebagai Direktur Teknik Federasi Futsal Indonesia. Sebelumnya juga pernah menjadi pelatih Vietnam 2018-2019. Setelah itu kembali ke negara asalnya Spanyol.
Torehan prestasi atas racikannya tentu tidak akan dilupakan oleh publik. Apalagi jika bisa lolos hingga babak final dan juara AFC, semoga. (*)
*) Agus Riyanto merupakan Kepala Biro Ketik.com Trenggalek
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
***) Ketentuan pengiriman naskah opini:
- Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
- Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
- Panjang naskah maksimal 800 kata
- Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
- Hak muat redaksi. (*)
