PKB Trenggalek Kembali Turun ke Dapil untuk Perkuat Struktur Kepengurusan

1 Februari 2026 20:01 1 Feb 2026 20:01

Thumbnail PKB Trenggalek Kembali Turun ke Dapil untuk Perkuat Struktur Kepengurusan

Ketua DPC PKB Trenggalek Sukarodin (tengah) saat memimpin rapat konsolidasi penguatan kader di Dapil 4 Kecamatan Watulimo, Minggu 1 Februari 2026 (Foto: Dok DPC PKB for Ketik.com)

KETIK, TRENGGALEK – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Trenggalek terus membuat formula dalam penguatan kadernya menjelang Pemilu 2029. Salah satunya adalah dengan penguatan struktur kepengurusan mulai dari DPAC hingga anak ranting. 

Demikian disampaikan Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin saat mengunjungi Dapil 4 di Kecamatan Watulimo dan Dapil 2 di Kecamatan Pogalan.

"Setelah melakukan kunjungan ke Dapil 1 dan Dapil 5, hari ini jajaran pengurus mengunjungi Dapil 4 dan Dapil 2," katanya kepada Ketik.com, Minggu 1 Februari 2026.

Sukarodin menyebut jika telah terjadi kesepakatan di dua Dapil tersebut untuk fokus penguatan struktur kepengurusan mulai dari DPAC hingga anak ranting.

Hal ini dimaksudkan untuk mempertajam misi mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada PKB. Tak terkecuali kepercayaan warga NU.

"Jadi saat konsolidasi ke Dapil 4 telah disepakati untuk mengembalikan kepercayaan warga NU terhadap PKB. Termasuk evaluasi kekurangan kursi ketiga yang kekurangan suara 1300 suara. Pendeknya, Pemilu 2029 targetnya 3 wakil," ungkapnya.

Foto Suasana rapat konsolidasi jajaran pengurus PKB Trenggalek di Dapil 2, Kecamatan Pogalan, Minggu 1 Februari 2026 (foto: Dok DPC PKB for Ketik.com)Suasana rapat konsolidasi jajaran pengurus PKB Trenggalek di Dapil 2, Kecamatan Pogalan, Minggu 1 Februari 2026 (Foto: Dok DPC PKB for Ketik.com)

Kemudian di Kecamatan Pogalan juga demikian ada kekurangan jumlah suara sebanyak 1200 suara. Sehingga, perlu semangat baru untuk mendongkrak perolehan suara dengan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap PKB.

"Kesimpulannya adalah perlu inovasi baru untuk mengembalikan kejayaan PKB. Salah satunya dengan perbaikan dan penguatan struktur kepengurusan secara menyeluruh," tandasnya.

Politisi senior ini menambahkan, tak kalah penting adalah mempersiapkan kader-kader di setiap Dapil untuk diikutkan dalam Sekolah Kader Perubahan (SKP) sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut di  tahun 2025 sebanyak 15 kali.

"Usianya tetap. Minimal berusia 17 tahun dan maksimal berusia 35 tahun. Tapi dengan peserta yang berbeda," pungkas legislator PKB sekaligus Ketua Komisi IV di DPRD Kabupaten Trenggalek.

Dari data yang dihimpun, dalam kegiatan konsolidasi penguatan kader di Dapil 4 dan Dapil 2 dihadiri oleh semua pengurus DPAC, anak ranting dan dewan suro.(*)

Tombol Google News

Tags:

pkb trenggalek Konsolidasi