Tak Sekadar Menulis, Ini Tips dan Trik Jitu Agar Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Bereputasi

21 Januari 2026 08:21 21 Jan 2026 08:21

Thumbnail Tak Sekadar Menulis, Ini Tips dan Trik Jitu Agar Artikel Ilmiah Tembus Jurnal Bereputasi

Diskusi Journal Club bersama mahasiswa berprestasi Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Bagi mahasiswa, publish jurnal adalah salah satu kebanggaan. Tak hanya karena sekali publikasi membutuhkan biaya yang mahal, tapi juga sulitnya lolos dari reviewers juga menjadi kendala bagi banyak mahasiswa.

Melalui program Journal Club dari Komunitas Bertumbuh Malang dan House of Lumind, banyak mahasiswa yang akhirnya terbantu dengan tips and tricks dari berbagai pengalaman mahasiswa berprestasi Malang.

Banyak mahasiswa yang akhirnya ingin tahu kunci dari keberhasilan tersebut. Beberapa mahasiswa berprestasi menjelaskan kunci untuk lolos publikasi jurnal ilmiah. 

Ferio Ivan seorang mahasiswa berprestasi Universitas Brawijaya program studi Hukum mengatakan bahwa mahasiswa memiliki kesulitan dalam mempublikasikan jurnal karena susahnya mencari jurnal yang sesuai dengan scope penelitian. 

Selain scope yg terbatas, jurnal-jurnal berbayar juga menjadi penyebab kesulitan dalam proses pengerjaan.

Dalam hal ini, ia juga memberikan solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut. Teman-teman mahasiswa bisa bergabung dengan dosen sehingga bisa mendapatkan bantuan dari dosen. 

"Pertama mencari jurnal yg tepat, yang benar-benar sesuai scope terbatas, harus berbayar, dan lainnya. Cara mengatasinya adalah bisa join dengan dosen, mau secara mandiri bisa memulai dengab awal, segi penulisan, perlu belajar terus menerus, untuk jurnal memang standar cukup tinggi karena reputasi akademik, terutama dr publishernya," jelas Ferio Ivan.

Belajar terus menerus juga menjadi kunci agar tulisan dari jurnal ilmiah mahasiswa bisa sesuai dengan standar tulisan publisher.

Tak hanya itu, Taurisma Aulia seorang mahasiswa berprestasi dari Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Malang juga mengatakan bahwa untuk bisa publikasi jurnal ilmiah, mahasiswa bisa mencari celah penelitian dan fokus pada impact dari tulisan jurnal tersebut.

"Fokus pada apa impact yang difokuskan jurnal kita misal kesehatan banyak yang usah maju tapi kita masih tetep ada celah, di celah tersebut bagaimana kita menggabungkan inovasi kita sebagai tulisan dan dipublish dan menjadi tulisan yang menarik untuk dibaca masyarakat dan berimpact tersendiri," ucap Taurisma Aulia.

Sedangkan, menurut Bintang Corvi, mahasiswa berprestasi Hubungan Internasional Universitas Brawijaya, selain menentukan scope penelitian, yang pasti mahasiswa bisa menyiapkan tulisan jurnal terbaik agar dapat diterima oleh publisher.

"Menyiapkan tulisan juga selain menentukan scope, pastikan ketika kita mau menginput itu sudah menjadi versi terbaik dari tulisan kita karena jika tidak menyiapkan tulisan terbaik dikhawatirkan nanti mendapatkan review yang menimbulkan impresi buruk terhadap editor jurnal tersebut sehingga akhirnya tulisan kita tidak bisa diterima untuk publish," ujar Bintang Corvi.

Tips dan Tricks Publikasi Artikel Jurnal Ilmiah 

Tak hanya itu, beberapa mahasiswa berprestasi ini juga memberikan tips and tricks untuk bisa publikasi jurnal ilmiah.

Belajar Terus Menerus 

Dalam hal ini Bintang Corvi mengatakan bahwa belajar adalah tips and tricks paling utama. Ketika ingin publikasi jurnal ilmiah, mahasiswa diperlukan belajar lebih mendalam terkait kepenulisan artikel ilmiah. 

 

Foto Diskusi Journal Club bersama mahasiswa berprestasi Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Diskusi Journal Club bersama mahasiswa berprestasi Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

 

"Untuk tips paling penting harus mau untuk belajar, karena mindset untuk publikasi adalah tahu dulu bagaimana caranya, dan untuk tahu perlu untuk mau belajar dan belajar bisa dari berbagai sumber, dari internet, dosen, atau rekan sejawat, yang kemudian relevan, harus menanamkan sikap dalam diri, ada upaya untuk mau mencari informasi dan untuk belajar," jelas Bintang Corvi.

Konsistensi Menjadi Kunci

Selain itu, Konsisten juga menjadi kunci utama dalam publikasi artikel jurnal ilmiah. Proses revisi yang mungkin bisa panjang membuat banyak mahasiswa berhenti. Sehingga, konsistensi menjadi tips and tricks yang harus dilakukan oleh mahasiswa.

"Banyak temen-temen yang mandek itu gara-gara ketika udah tahu banyak revisi, karena editor akan mengembalikan tulisannya dan diminta untuk revisi, nah yang penting adalah konsistensi, temen-temen jika bisa konsisten untuk menulis tidak masalah jika melewati jalan yang cukup panjang yang penting worth it," ucap Fakhren Nukha, mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Malang.

Mencoba dengan Akreditasi Rendah Dahulu

Ferio Ivan juga mengatakan tips and tricks untuk publikasi artikel jurnal ilmiah adalah bisa mengawali dengan publisher berakreditasi rendah dulu seperti SINTA 5 atau SINTA 4 sebagai permulaan sebelum publikasi di SINTA 2 atau 1 atau bahkan Scopus.

"Mungkin bisa dicoba yang akreditasinya SINTA 5 atau SINTA 4 itu mungkin akan lebih realistis, jadi mungkin publishnya akan lebih tinggi nanti jika sudah satu atau dua kali publish itu akan ada kepercayaan tersendiri untuk teman-teman untuk bisa coba akreditasi lebih tinggi misal SINTA 2 SINTA 1 atau mungkin Scopus," ungkap Ferio Ivan.(*)

Tombol Google News

Tags:

Mahasiswa Malang Publikasi jurnal Mahasiswa Berprestasi Kota Malang