KETIK, CILACAP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap mencatatkan kinerja positif dalam bidang investasi. Realisasi investasi tahun 2026 di Kabupaten Cilacap ditarget Rp2,22 triliun. Target tersebut lebih tinggi dibanding capaian investasi tahun 2025 yakni Rp1,659 triliun.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Cilacap Arida Puji Hastuti saat ditemui, Selasa 10 Maret 2026 menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan geliat ekonomi di Cilacap terus bergerak positif dan pemerintah daerah sukses menarik kepercayaan investor baru masuk ke Kabupaten Cilacap.
"Dari total capaian realisasi Rp2,22 triliun, 95,34 persen atau sekitar Rp2,12 triliun diperoleh dari penanaman modal dalam negeri (PMDN)," terang Arida.
Adapun perolehan investasi lainnya ungkap Arida dari penanaman modal asing (PMA) sekitar Rp103,6 miliar atau 4,6 persen. "Ini tentunya berkat dukungan banyak pihak," ungkapnya.
Sementara terkait realisasi investasi tahun 2025, kontribusi terbesar datang dari lima besar sub sektor, yang didominasi oleh sektor transportasi, gudang dan komunikasi.
"Ini mencapai 25 persen. Ada juga sektor perdagangan dan reparasi 21 persen, dan menyusul kontruksi, industri kimia dan farmasi serta jasa lainnya," ujar Kepala DPMPTSP Cilacap.
Arida mengatakan, dari total nilai investasi yang berhasil diserap tersebut, tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, namun juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Cilacap.
"Dari realisasi Rp2,22 triliun ini, menyerap tenaga kerja lumayan banyak 5.478 orang," pungkasnya.
Arida menambahkan berbagai upaya untuk menarik minat investor DPMPTSP Cilacap aktif mengikuti berbagai forum bisnis baik di tingkat nasional, provinsi maupun yang diselenggarakan oleh kementerian.
Bahkan sebagai reward Bupati Cilacap memberikan penghargaan kepada ASN yang mampu membantu menghadirkan investor ke Cilacap.
"Bupati Cilacap mendorong masuknya investasi dan menjanjikan reward bagi ASN yang bisa mendatangkan investor ke kita. Kalau investasi meningkat pasti akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja bertambah sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandas Arida. (*)
