Anies Baswedan Tekankan Kolaborasi dan Pengaturan Air dari Hulu Untuk Kurangi Risiko Banjir Jakarta

10 Maret 2026 21:07 10 Mar 2026 21:07

Thumbnail Anies Baswedan Tekankan Kolaborasi dan Pengaturan Air dari Hulu Untuk Kurangi Risiko Banjir Jakarta

Anies Baswedan dalam acara 'Bincang Plano' di Universitas Brawijaya Malang, Selasa, 10 Maret 2026.(Foto : Suci Wahyu/ Ketik.com)

KETIK, MALANG – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebut pengendalian aliran air dari hulu sebagai faktor paling krusial dalam mengatasi banjir di Jakarta. Menurutnya, penanggulangan banjir di Jakarta akan lebih berhasil jika dikerjakan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. 

Anies menyebut, salah satu solusi utama yang ia soroti adalah pembangunan waduk retensi di kawasan hulu sungai guna menampung aliran air sebelum mencapai Jakarta.

Ia memberikan contoh aliran Sungai Ciliwung yang mempunyai kapasitas normal sekitar 600.000 meter kubik per detik, sedangkan saat terjadi banjir kapasitas terbesarnya bisa mencapai sekitar 900.000 meter kubik per detik. Apabila volume air melebihi batas tersebut, maka kemungkinan banjir dapat terjadi di wilayah Jakarta.

Oleh karena itu, Anies Baswedan berpendapat bahwa pembangunan waduk retensi di area hulu merupakan langkah yang lebih efektif untuk mengatur aliran air sebelum sampai ke Ibu Kota. Melalui keberadaan waduk ini, air dari daerah hulu dapat ditampung terlebih dahulu agar volume air yang mengalir ke Jakarta lebih terkontrol.

“Lebih murah dan lebih mudah membangun waduk-waduk di tengah sebelum air masuk Jakarta. Air ditampung sehingga volume air yang masuk ke Jakarta tetap terkendali. Dengan cara seperti itu, maka kita akan aman,” ujar Anies Baswedan.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan waduk di area hulu tidak dapat hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini disebabkan oleh sungai-sungai besar seperti Ciliwung yang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, sehingga perlu adanya kerja sama dan komitmen bersama dalam penanganannya.

Selain pembangunan waduk retensi di bagian hulu, Anies Baswedan juga menguraikan dua langkah lainnya untuk menangani banjir, yaitu pembangunan tanggul laut di kawasan pesisir serta pengelolaan air hujan setempat melalui pompa dan sumur resapan di wilayah yang rendah.

Namun, ia menekankan bahwa pengaturan air dari hulu tetap merupakan faktor utama. Apabila waduk-waduk retensi di area sekitar Jakarta dapat dibangun dan dikelola dengan baik oleh pemerintah pusat, maka jumlah air yang masuk ke Ibu Kota akan berkurang drastis dan potensi banjir dapat diminimalkan.

Anies Baswedan menganggap kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sebagai faktor penting dalam mengatasi masalah banjir yang sering menerpa Jakarta. (*)

Tombol Google News

Tags:

Anies Baswedan banjir Jakarta