Sumber Air Genengan Jadi Harapan, Perumdam Among Tirto Kota Batu Jamin Tak Ganggu Irigasi Petani

8 April 2026 19:54 8 Apr 2026 19:54

Dafa Wahyu P., Gumilang

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sumber Air Genengan Jadi Harapan, Perumdam Among Tirto Kota Batu Jamin Tak Ganggu Irigasi Petani

Sosialisasi rencana pemanfaatan sumber mata air Genengan yang dihadiri Wali Kota Batu Nurochman, Ketua DPRD Kota Batu Didik Subiyanto, Direktur Perumdam Achmad Yusuf, dan Kepala DPUPR Esty Dwiastuti. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – Kekurangan debit air yang masih terjadi di sejumlah wilayah selatan Kota Batu mendorong pemerintah dan Perumdam Among Tirto akan memanfaatkan sumber air Genengan sebagai alternatif pasokan. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap sosialisasi untuk menyerap aspirasi publik.

Langkah awal itu diwujudkan melalui sosialisasi rencana pemanfaatan bersama sumber mata air genengan Kelurahan Temas tahap pertama yang digelar di rumah dinas Wali Kota Batu, Rabu, 8 April 2026. 

Kegiatan tersebut difokuskan untuk menampung berbagai pandangan masyarakat, baik berupa dukungan maupun kekhawatiran dari warga dan petani terkait rencana pemanfaatan sumber air tersebut.

Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan bahwa rencana pemanfaatan sumber air Genengan belum menjadi keputusan final. Pemerintah masih membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan sebelum kebijakan ditetapkan.

“Ini masih sebatas sosialisasi awal, belum ada keputusan. Kami ingin menghimpun aspirasi masyarakat, baik berupa masukan, saran, maupun kekhawatiran. Semua kami tampung agar nantinya bisa dirumuskan menjadi kesepakatan bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah jajaran teknis yang terus berupaya mencari solusi atas kebutuhan air bersih masyarakat.

Menurutnya, pemanfaatan sumber Genengan diharapkan mampu menjembatani kepentingan pemenuhan air domestik tanpa mengabaikan kebutuhan sektor pertanian.

“Harapannya ada titik temu yang disepakati bersama, dengan prinsip tidak mengganggu kebutuhan air untuk pertanian. Ini penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Among Tirto Kota Batu, Achmad Yusuf, menyebut sumber Genengan sebagai salah satu opsi paling potensial untuk mengatasi kekurangan debit air, khususnya di wilayah Beji, Mojorejo, dan Sekarputih.

“Sosialisasi ini merupakan langkah awal dalam rencana pemanfaatan bersama sumber Genengan. Kami berharap proses berikutnya berjalan lancar karena sumber ini berpotensi besar membantu mengatasi kekurangan debit air,” jelasnya.

Berdasarkan hasil perhitungan, total debit air di sumber tersebut mencapai sekitar 95 liter per detik (LPS). Namun, pemanfaatan yang direncanakan hanya sebagian kecil, yakni sekitar 4 LPS dari satu titik sumber yang tersedia.

“Kami hanya mengambil satu titik dari delapan titik yang ada. Secara teori, kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas kurang lebih 22 hektare tetap aman, sehingga tidak akan mengganggu sektor pertanian,” tegasnya.

Ia menambahkan, kebutuhan air bersih di wilayah selatan saat ini sudah cukup mendesak. Selama ini, distribusi air masih dilakukan secara bergilir akibat keterbatasan debit yang tersedia.

“Dengan tambahan sumber ini, diharapkan distribusi air bisa lebih merata dan tidak lagi bergilir dalam waktu lama. Ini kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera ditangani,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Seksi Teknik Perumdam Among Tirto, Ikhwan Hadi, menyampaikan bahwa kekurangan debit air saat ini mencapai sekitar 8 LPS. Penambahan pasokan dari sumber Genengan dinilai dapat membantu meringankan beban distribusi.

“Jika ada tambahan sekitar 4 hingga 5 LPS, itu sudah sangat membantu. Dari total debit sekitar 95 LPS, pengambilan sebagian kecil masih sangat aman dan berada jauh di bawah batas regulasi,” jelasnya.

Ia juga mengakui adanya kekhawatiran masyarakat terkait potensi dampak terhadap irigasi pertanian. Meski demikian, hasil kajian teknis menunjukkan bahwa pemanfaatan air masih berada dalam batas aman.

“Kami akan terus melakukan sosialisasi lanjutan agar masyarakat memahami data dan perhitungannya. Memang ada pro dan kontra, tetapi kebutuhan air minum masyarakat juga harus menjadi prioritas,” katanya.

Ke depan, Pemkot Batu bersama Perumdam Among Tirto akan melanjutkan sosialisasi dengan melibatkan para petani sebagai pengguna utama air di kawasan tersebut, guna memastikan kebijakan yang diambil dapat diterima semua pihak.

Tombol Google News

Tags:

Sumber Mata Air Genengan Perumdam Among Tirto Wali Kota Batu Nurochman