KETIK, TUBAN – Kabar baik bagi penerima manfaat (PM) di wilayah Kecamatan Bangilan Tuban. Pasalnya, dari 7 titik pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) progam Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional kini 2 dapur MBG telah operasional.
Selain SPPG Ngrojo, hari ini Jumat 9 Januari 2026 di Jl. Raya Bangilan Jatirogo, SPPG Kedungjambangan telah melaksanakan grand opening seremonial. Giat ini diikuti oleh mitra dapur dan yayasan bersama Forkopimcam Bangilan, Puskesmas, perwakilan satuan pendidikan, tokoh agama, tokoh Masyarakat serta tamu undangan.
Kepala SPPG/SPPI, Dwi Oktavian mengatakan bahwa launching hari ini dapur hanya mendistribusikan 138 ompreng. Baru kemudian rencana memasak mulai mulai Senin esok, dengan usulan penerima manfaat sebanyak 2815 PM dari 27 lembaga pendidikan jenjang KB, TK, RA, SD, MI, MTs, SMA, tenaga pendidik dan tenaga pendidikan di wilayah Bangilan.
"Hari ini sifatnya masih launching ada 138 porsi disalurkan ke siswa di desa Kedungjambangan. Insya Allah, Senin mendatang dapur operasional penuh dengan cakupan 2642 pm," jelas Oktavian.
Grand opening seremonial SPPG Kedungjambangan, Bangilan Tuban, Jumat 9 Januari 2026 (Foto: Ahmad Istihar/Ketik.com)
Vian menambahkan lewat SPPG Kedungjambangan, pihaknya berkomitmen menyediakan makanan bergizi seimbang, mengutamakan keamanan dan kebersihan pangan, menyalurkan makanan secara tepat sasaran dan tepat waktu.
"Seluruh proses, mulai perencanaan menu, pengolahan, hingga distribusi, dilakukan dengan pengawasan dan standar yang telah ditetapkan," tambahnya.
Ia berharap SPPG ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Dalam sambutan, Camat Bangilan Suwanto mengapresiasi koordinasi yang dilakukan dapur MBG Kedungjambangan. Menurutnya, program MBG bukan sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi sumber daya manusia, karena anak-anak yang sehat dan bergizi akan tumbuh menjadi generasi kuat, cerdas, dan berdaya saing.
"Pemerintah kecamatan berkomitmen agar pelaksanaan MBG ini tidak hanya berjalan sesaat, tetapi berkelanjutan, tertata, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa," ujarnya.
Ia berharap ke depan mitra dapur bisa melibatkan pangan lokal serta keikutsertaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai mitra utama dalam pengadaan, pengelolaan, dan distribusi kebutuhan pokok dapur MBG.
"Kami berharap kedepannya seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, sekolah, pengurus koperasi, dapat bersinergi dan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya program MBG harus menjadi contoh gotong royong antara pemerintah dan masyarakat desa," pintanya.
Ketua Yayasan Arriyadl Darunnajah Kediri, KH Munsid mengatakan terima kasih dan dukungan penuh terhadap program ini. Dia meyakini bahwa pemenuhan gizi yang baik adalah fondasi utama bagi tumbuh kembang anak, baik dari sisi kesehatan fisik, kecerdasan, maupun pembentukan karakter.
"Program Makan Bergizi ini sejalan dengan visi yayasan kami, yaitu turut serta membangun generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan mandiri. Oleh karena itu, kami siap bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan, SPPG Kedungjambangan, sekolah-sekolah, serta Koperasi Desa Merah Putih agar program ini dapat berjalan dengan terencana, tepat sasaran, dan berkelanjutan," tutupnya. (*)
