KETIK, SURABAYA – Inovasi sederhana namun bermanfaat bagi masyarakat ditunjukkan oleh Galih Dayuh Prayogo siswa SMKN 2 Problinggo jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL). Bersama tim, dia berhasil merancang sebuah alat ramah lingkungan untuk membantu sektor pertanian.
Hasil karya itu dia pamerkan di acara Expo & Expose SMK Jatim 2026. Event tersebut berlangsung di Grand City Mall Surabaya, 12-14 Februari 2026.
Berbeda dengan perangkap biasa, alat ini bekerja secara otomatis menggunakan energi matahari. Komponen utamanya terdiri dari panel surya yang dirakit langsung ke unit baterai. Prinsip kerjanya cukup efisien: pada siang hari panel surya akan menyerap sinar matahari untuk mengisi daya baterai hinnga penuh.
"Jadi kalau waktu matahari bersinar, lampunya mati. Otomatis si baterai itu ngisi full. Pada saat malam hari sinar matahari nggak ada, lampunya hidup. Jadi otomatis gitu," ujar Galih saat diwawancarai mengenai proyek tersebut.
Proses perakitannya pun tergolong cepat. Galih menyebut hanya membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk menyelasaikan satu unit perangkat karena sistem perlistrikannya yang relatif sederhana dibanding proyek teknis lainnya.
Suasana stand Energi dan Pertambangan di expo & expose SMK Jatim 2026 (Foto: Intan s.r/Ketik.com)
Produk ini bahkan sudah dipasarkan secara internal sebagai hasil karya siswa. Berbeda dengan proyek trainer AC yang juga pernah ia kerjakan, yang lebih difokuskan sebagai media pembelajaran di sekolah.
Trainer AC tersebut digunakan untuk membantu siswa memahami sistem pendingingan, termasuk pemipaan dan rangkaian kelistrikan. Namun menurut Galih, Proyek trainer AC justru menjadi yang paling menantang dibandingkan perangkap hama panel surya.
Melalui inovasi ini, Galih membuktikan bahwa siswa SMK tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi berbasis teknologi yang aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat.(*)
