KETIK, SURABAYA – Di tengah dentuman toa dan hiruk pikuk massa, lagu "Buruh Tani" kembali menggema dalam aksi demonstrasi yang digelar berbagai elemen masyarakat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Jumat, 29 Agustus 2025.
Makna mendalam dari lagu ini tak hanya menjadi seruan perlawanan, tetapi juga simbol solidaritas. Setiap kali lagu ini dinyanyikan, ia menghadirkan semangat persatuan, mengingatkan bahwa perjuangan rakyat tidak bisa dipikul sendiri-sendiri.
Lagu ini seolah menjadi penanda kebangkitan semangat perjuangan rakyat kecil yang menuntut keadilan.
Lagu Buruh Tani diciptakan oleh Safi’i Kemamang pada tahun 1990-an. Lagu ini memiliki makna yang luas dan kompleks.
Ini dianggap sebagai lagu perjuangan yang menyuarakan aspirasi dan kegelisahan para buruh, petani, mahasiswa, dan rakyat miskin kota untuk memperjuangkan keadilan dan demokrasi.
Lirik Lagu Buruh Tani
Berikut ini lirik lagu Buruh Tani yang sering dinyanyikan saat masyarakat menyampaikan aspirasinya.
buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu rebut demokrasi
gegap gempita dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia
hari hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
Indonesia baru tanpa orba
marilah kawan mari kita kabarkan
di tangan kita tergenggam arah bangsa
marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan
di bawah kuasa tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti
berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti
bagiku satu langkah pasti. (*)