KETIK, BANDUNG – Berdasarkan pelaksanaan operasi hari ke-13 pencarian korban longsor Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat, pada pukul 14.05 WIB, Tim SAR berhasil menemukan 1 bodypack di Worksite B2.
SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana, menambahkan, pada pukul 15.27 WIB, kembali ditemukan 1 bodypack di Worksite A3. Dengan demikian, pada Hari ke-13 berhasil ditemukan total 2 bodypack.
"Dengan demikian akumulasi hasil operasi hingga Kamis 5 Februari 2026 pukul 17.30 WIB, total hasil Operasi SAR antara lain temuan bodypack 94 pack. Sementara data korban dalam pencarian (DP) nihil," kata Ade saat konferensi pers di di Posko Komando Utama Penanganan Bencana Cisarua.
Adapun berdasarkan rilis terbaru dari Tim DVI, hingga 5 Februari 2026 pukul 06.00 WIB, telah dilakukan identifikasi terhadap 70 jiwa dari 73 bodypack, serta 19 bodypack masih dalam proses identifikasi lanjutan.
"Kami menegaskan bahwa meskipun operasi telah berlangsung cukup panjang dan sumber daya mengalami penyesuaian, komitmen negara melalui Basarnas dan Tim SAR Gabungan untuk memberikan upaya terbaik tetap dijaga. Setiap langkah pencarian dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian, empati, dan tanggung jawab kemanusiaan," kata Ade.
Sepanjang pelaksanaan operasi hari ini, kondisi cuaca terpantau relatif cerah dan cukup mendukung, sehingga memungkinkan Tim SAR Gabungan melaksanakan kegiatan pencarian sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan. Faktor cuaca yang kondusif ini dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk pekerjaan teknis di sektor-sektor dengan tingkat kesulitan tinggi.
Memasuki hari ke-13, Operasi SAR tetap dilaksanakan secara terukur, adaptif, dan berorientasi pada keselamatan. Seiring dengan dinamika lapangan dan fase operasi yang berjalan, dilakukan penyesuaian jumlah sumber daya, baik personel maupun alat utama. Penyesuaian ini merupakan bagian dari pengendalian operasi agar tetap efektif, efisien, dan aman, tanpa mengurangi kualitas upaya pencarian.
"Kami juga kembali melaksanakan konfirmasi data perkiraan posisi rumah dan korban sebelum terjadinya longsor kepada penyintas yang merupakan RT setempat pada area Worksite A2 dan B2, untuk memastikan bahwa data awal tepat dan sesuai agar pelaksanaan dapat lebih terarah kepada penemuan target," jelasnya.
Walaupun terdapat penyesuaian kekuatan, semangat, disiplin, dan koordinasi Tim SAR Gabungan tetap terjaga, serta seluruh unsur masih bekerja sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing di bawah satu sistem komando.(*)
