Sepanjang Tahun 2025, Program Pengelolaan Sampah Banyuwangi Hijau Tunjukkan Capaian Positif

6 Februari 2026 08:20 6 Feb 2026 08:20

Thumbnail Sepanjang Tahun 2025, Program Pengelolaan Sampah Banyuwangi Hijau Tunjukkan Capaian Positif

Aktivitas pengelolaan sampah di TPS3R Balak, Kecamatan Songgon Banyuwangi. (Foto: Rizki Alfian/Ketik.com)

KETIK, BANYUWANGI – Program pengelolaan sampah berkelanjutan Banyuwangi Hijau yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi sepanjang tahun 2025 benar-benar menunjukkan hasil kerja nyata.

Berdasarkan data per 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 369.042 jiwa telah mendapatkan akses layanan pengelolaan sampah, dengan 63 desa sudah terlayani. Hal ini memperlihatkan jangkauan program yang semakin luas.

Dari capaian itu, total 11.140 ton sampah sudah berhasil dikumpulkan. Sebanyak 6.094 ton sampah organik dan 2.443 ton sampah anorganik berhasil dikelola. Sampah ini dikelola di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di Desa Balak, Kecamatan Songgon.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani menyampaikan, capaian ini bukan hanya angka, tetapi bukti bahwa masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Capaian tersebut mampu mengurangi beban kebocoran sampah di Banyuwangi,” kata Dwi.

Menurut Dwi, dengan tren positif ini, Banyuwangi Hijau bukan hanya sekadar program pengelolaan sampah, melainkan sebuah gerakan sosial yang menumbuhkan kesadaran, membuka lapangan kerja, dan memberi harapan akan masa depan yang lebih hijau.

“Banyuwangi Hijau ini merupakan gerakan bersama, bukan hanya sekadar program pemerintah,” ungkap Dwi.

Dwi menambahkan, layanan Banyuwangi Hijau fase 1, 2 dan 3 menargetkan jangkauan sebanyak 1.385.000 jiwa. Untuk mendukung rencana ini, telah dibangun 1 TPS3R di Desa Balak, Kecamatan Songgon dengan kapasitas pengolahan 84 ton per hari.

Kemudian pada tahun ini, penambahan 1 TPS3R juga dilakukan di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo dengan kapasitas 135 ton per hari. Saat ini, pembangunan TPS3R tersebut sedang dalam proses. Untuk mendukung 2 TPS3R ini, akan dibangun 2 TPS3R dengan kapasitas masing-masing 50-ton sampah per hari.

Dwi Handayani menambahkan, TPS3R Karetan saat ini masih terus berprogres. Saat ini masih pengerjaan pondasi, pembuatan pagar keliling, dan bangunan penyangga lain. Fasilitas TPS Karetan ini akan menjangkau 37 desa di delapan kecamatan di sekitar Kecamatan Purwoharjo, dengan kapasitasnya sekitar 160 ton per hari.

“Targetnya Juni 2026 bisa tuntas, sehingga bulan berikutnya bisa mulai beroperasi,” terangnya.

Selain TPS3R Karetan, Pemkab Banyuwangi bersama dengan mitra strategisnya juga akan membangun TPS3R di Kelurahan Sobo Kecamatan Banyuwangi dan di Kecamatan Genteng.

Pembangunan fasilitas TPS3R ini merupakan pengembangan fase 3 dari program Banyuwangi Hijau, dengan dukungan dari Clean Rivers, Uni Emirates Arab. Masing-masing TPS3R tersebut akan dibangun dengan kapasitas 50 ton sampah per hari.

Dengan demikian, total kapasitas dari tiga fasilitas baru ini nantinya mencapai 260 ton sampah per hari, dengan kemampuan melayani hingga 1,7 juta populasi. (*)

Tombol Google News

Tags:

Banyuwangi hijau sampah banyuwangi Reduce-Reuse-Recycle tps3r Clean Rivers Uni Emirates Arab