KETIK, SURABAYA – Musisi Anang Hermansyah lulus studi Strata 2 (S2) di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Momentum kebahagiaan itu ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya.
"Guy's sekarang aku menuju Kota Surabaya, menuju universitas ku karena aku hari ini persiapan berangkat besok. Jam 08.00 pagi aku ujian akhir dari tesisnya aku, habis itu Insyaallah lulus S2. Tapi langsung lanjut S3," dikutip dari Instagram Anang Hermansyah, @ananghijau pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Di dalam video tersebut, musisi asal Jember itu diketahui berangkat ke Surabaya dengan kereta api. Hal ini diketahui dari keterangannya bahwa sedang di Stasiun Gambir.
Menariknya, selama menunggu kereta api, Anang tampak serius melakukan persiapan dengan belajar tesisnya dengan didampingi istrinya, Ashanty. Anang juga terlihat melaksanakan salat sebelum menempuh ujian tesis S2.
Setibanya di Surabaya, ia langsung bergegas ke Unair untuk menjalani ujian tesis. Dengan memakai kemeja berwarna putih, Anang tampak tenang memaparkan tesisnya yang sudah disiapkan sebelumnya di laptop.
Anang Hermansyah membuat tesis berjudul 'Tinjauan Relevansi Performing Rights Organization pada Industri Musik Indonesia'.
Ashanty, istri Anang Hermansyah mengaku bangga dengan pencapaian suaminya tersebut. Rasa bangganya ia tuliskan dalam Instagram pribadi Ashanty @ashanty_ash.
Sementara itu, pihak Unair melalui akun @pascasarjana_unair mengumumkan, Anang Hermansyah berhasil lulus ujian tesis dengan nilai A.
"Musisi sekaligus pegiat industri kreatif, Anang Hermansyah, resmi dinyatakan lulus Ujian Tesis Program Studi Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, dengan minat industri kreatif," tulis akun Unair.
Anang, menurut keterangan Pascasarjana Unair, menyoroti urgensi transformasi tata kelola Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) di tengah disrupsi digital-mulai dari streaming direct licensing, hingga pemanfaatan teknologi blockchain.
Penelitian ini menegaskan pentingnya sistem hibrida yang menggabungkan legitimasi hukum dengan transparansi dan kecepatan teknologi demi ekosistem musik yang lebih adil dan berkelanjutan.
"Kelulusan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara praktik industri kreatif dan basis akademik adalah kunci menjawab tantangan zaman," lanjut keterangan Instagram Pascasarjana_unair. (*)
