Ingin Tetap Sehat dan Anti Lemas Selama Ramadan? Ini Rumus ala FKM Unair

27 Februari 2026 03:03 27 Feb 2026 03:03

Thumbnail Ingin Tetap Sehat dan Anti Lemas Selama Ramadan? Ini Rumus ala FKM Unair

Gedung Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair Surabaya. (Foto: Website fkm.unair.ac.id)

KETIK, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) melalui akun Instagram resminya membagikan edukasi mengenai tips menjalankan puasa sehat selama Ramadan. Informasi ini dibagikan melalui postingan Instagram resmi Unair (@univ_airlangga) pada Rabu, 25 Februari 2026, yang mengangkat tema “Puasa Sehat Itu Ada Rumusnya!”.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi momen memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan agar tubuh lebih sehat. Namun, banyak orang masih mengeluhkan tubuh terasa lemas meski sudah makan banyak saat sahur.

Menurut penjelasan yang dibagikan, konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti nasi putih dalam jumlah besar tanpa diimbangi komponen gizi lain, dapat memicu lonjakan gula darah secara cepat. Lonjakan ini biasanya diikuti penurunan drastis yang membuat tubuh mudah mengantuk dan kembali merasa lapar pada pagi hari.

Sebagai solusi, Unair membagikan “Rumus Sahur Anti-Lemas” dengan menerapkan konsep "Isi Piringku". Artinya, dalam satu piring makan, komposisinya dibagi secara seimbang, yakni sepertiga bagian diisi karbohidrat, sepertiga bagian sayur-sayuran, dan sepertiga sisanya lauk-pauk sebagai sumber protein yang dilengkapi buah-buahan.

Pembagian ini membantu menjaga keseimbangan zat gizi serta membuat energi lebih stabil dan bertahan lebih lama selama berpuasa.

Tak hanya soal makanan, UNAIR juga membagikan “Rumus Hidrasi” guna memenuhi kebutuhan cairan sekitar dua liter per hari. Polanya dapat dibagi menjadi dua gelas saat berbuka, empat gelas sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Pola ini membantu tubuh tetap terhidrasi dengan baik sepanjang hari.

Dosen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, Lailatul Muniroh, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa pengaturan pola makan menjadi kunci utama puasa yang sehat.

“Puasa seharusnya membuat tubuh lebih sehat karena memberi waktu istirahat pada sistem pencernaan. Kuncinya bukan pada jumlah makan, tetapi pada pengaturan tahapannya,” ujarnya.

Melalui edukasi ini, Ujair berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan kondisi tubuh tetap bugar, sehat dan produktif sepanjang hari.(*)

Tombol Google News

Tags:

Unair Info PTN Info Kampus surabaya Rumus puasa Ramadan 2026 Puasa anti lemas Rumus hidrasi ketikin ramadan