Belajar dari Pengalaman, Tips Mengatasi "Lapar Mata" saat Berburu Takjil Ala Gen Z

24 Februari 2026 17:06 24 Feb 2026 17:06

Thumbnail Belajar dari Pengalaman, Tips Mengatasi "Lapar Mata" saat Berburu Takjil Ala Gen Z

Gorengan menjadi menu favorit pembeli di Pasar Karang Menjangan Surabaya untuk takjil buka puasa. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Berburu takjil menjadi momentum tersendiri bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Biasanya ketika berada di sentra kuliner, akan langsung 'lapar mata' karena melihat banyaknya kuliner terhampar di depan mata.

Keinginan untuk membeli semua yang dilihat juga dirasakan Ganisha seorang mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), Surabaya. Ia bersama temannya telah rutin membeli jajanan takjil setiap kali Ramadan.

Mahasiswi semester empat itu mengakui, pada awal kuliah di Surabaya dirinya kalap. Semua takjil ingin dibeli, terlebih ketika bersama keluarga yang datang dari Jakarta.

"Pernah aku pada awal kuliah seperti itu (apa saja dibeli). Waktu itu sama sepupu aku ke sini dan dia tuh beli banyak. Jadi aku seperti asal ngambil saja. Akhirnya setelah pulang lihat banyak yang dibeli, merasa menyesal," katanya ketika ditemui Ketik.com di pasar Karang Menjangan, Surabaya, Selasa 24 Februari 2026.

Alhasil, belajar dari pengalaman tersebut, mahasiswi FISIP Unair itu tak lagi membeli banyak makanan untuk takjil buka puasa. Ia mengaku membeli makanan hanya yang diinginkan saja.

"Tapi kalau aku belinya apa yang dilihat. Enggak ada yang namanya rencana mau beli apa gitu. Benar-benar apa yang ingin dibeli langsung tunjuk. Tapi enggak banyak-banyak," ungkapnya.

Apabila Ganisha tidak mempunyai rencana sebelum membeli takjil, beda halnya dengan Andi Budianto, karyawan swasta ini mengaku kerap me-listing makanan apa saja yang hendak dibeli.

"Misalnya aku kepingin es, aku masukkan ke daftar. Mau beli es apa, makanan beratnya apa, makan ringannya apa," jelasnya.

Diakuinya cara ini memang lebih berat karena ia harus konsisten dan tidak mudah tergoda dengan menu takjil lainnya. Tapi hal ini harus dilakukan, agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

"Tapi kadang juga lapar mata. Tapi menurut aku masih dalam batas wajar, dan aku bisa menakar habis atau tidak takjil yang dibeli," lanjutnya.

Kuliner takjil di Karang Menjangan, Surabaya telah lama menjadi jujugan para pengunjung. Momen Ramadan seperti ini naik daripada biasanya, penjual juga membuka lapaknya lebih sore. Harga yang terjangkau dan banyak pilihan menjadi alasan pembeli banyak berkunjung ke sana. (*)

Tombol Google News

Tags:

takjil takjil karang menjangan pasar karang Menjangan Unair Mahasiswa Unair takjil buka puasa