KETIK, SAMPANG – Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan yang diduga Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Batuporo Timur, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, viral di media sosial.
Video itu menimbulkan pertanyaan serius terkait penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan.
Video berdurasi 1 menit 39 detik itu menampilkan gedung sekolah lengkap dengan kursi dan meja siswa. Namun, tidak tampak satu pun siswa yang mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hanya terlihat seorang guru berada di area sekolah.
Perekam video menyebutkan bahwa SDN 1 Batuporo Timur diduga tidak pernah melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
"Ini SDN 1 Batuporo Timur, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Tidak pernah ada aktivitas belajar dan mengajar," ujar pria dalam video tersebut.
Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun siswa yang terdaftar aktif di sekolah tersebut. Bangunan sekolah justru kerap digunakan untuk kegiatan lain yang tidak berkaitan dengan pendidikan.
"Tidak ada satu siswa pun di sini. Yang ada hanya tempat nongkrong dan dangdutan. Setiap hari aktivitasnya memang seperti ini," katanya.
Kondisi tersebut menimbulkan sorotan tajam setelah perekam video mengungkapkan bahwa sekolah yang diduga tidak beroperasi itu masih tercatat sebagai penerima bantuan program MBG sebanyak 60 porsi setiap hari.
Fakta ini memunculkan pertanyaan besar mengenai mekanisme verifikasi penerima MBG di Kabupaten Sampang khususnya di Kecamatan Kedungdung, termasuk peran dan tanggung jawab SPPG sebagai penyedia makanan. Penyaluran MBG seharusnya didasarkan pada data jumlah siswa aktif dan kegiatan belajar mengajar yang berjalan.
Berdasarkan data yang disebut berasal dari Dinas Pendidikan, SDN 1 Batuporo Timur tercatat memiliki sekitar delapan guru. Namun, dalam praktiknya hanya empat guru yang hadir setiap hari, meskipun tidak ada aktivitas pembelajaran.
"Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang atau pengawas pendidikan di Kecamatan Kedungdung segera turun dan mengevaluasi SDN 1 Batuporo Timur," tegas perekam video.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Moh. Yusuf, ketika dikonfirmasi, enggan menjawab secara gamblang terkait lamanya kondisi tersebut. Ia hanya menyebut bahwa kepala sekolahnya masih menjabat Plt dari SDN Batuporo Timur 3.
Terkait MBG yang didistribusikan ke SDN 1 Batuporo Timur, Moh. Yusuf menyatakan, "SPPG-nya, saya tidak paham." Selasa, 20 Januari 2026.
Hingga saat ini, Ketik.com masih mencari informasi siapa Kepala SPPG atau pemilik SPPG untuk meminta penjelasan mengenai dasar penetapan jumlah porsi dan proses pendistribusian MBG ke sekolah tersebut.
Kasus ini menambah daftar sorotan publik terhadap transparansi dan pengawasan program Makan Bergizi Gratis, khususnya terkait akurasi data penerima serta akuntabilitas pihak penyedia di lapangan. (*)
