Satlantas Polres Jember Soroti Rendahnya Kesadaran Pakai Helm usai Operasi Keselamatan Semeru 2026

21 Februari 2026 10:39 21 Feb 2026 10:39

Thumbnail Satlantas Polres Jember Soroti Rendahnya Kesadaran Pakai Helm usai Operasi Keselamatan Semeru 2026

KBO Satlantas Polres Jember, Ipda Firmansyah saat diwawancarai. (Foto: Atta/Ketik.com)

KETIK, JEMBER – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas, terutama kewajiban menggunakan helm saat berkendara. Padahal, perlengkapan tersebut menjadi pelindung utama untuk menekan risiko fatalitas kecelakaan.

Temuan itu mencuat selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Dari ribuan pelanggaran yang tercatat, pelanggaran tidak memakai helm mendominasi.

KBO Satlantas Polres Jember, Ipda Firmansyah, mengungkapkan pihaknya mengedepankan penindakan berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) selama operasi berlangsung.

“Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, untuk ETLE statis tercapture sekitar 8.830 pelanggar. Dari jumlah itu, yang sudah tervalidasi sebanyak 1.920 pelanggaran dan yang sudah terkirim surat konfirmasi sebanyak 1.899,” ujar Ipda Firmansyah saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Sabtu, 20 Februari 2026. 

 

Ratusan Pelanggar Berujung Tilang

Satlantas Polres Jember mengoperasikan tiga perangkat ETLE, yakni satu kamera statis dan dua unit dinamis yang bergerak secara mobile. Dari 1.899 surat konfirmasi yang dikirim, sebanyak 269 pelanggaran telah berproses menjadi tilang.

“Dari 269 itu rata-rata pelanggar tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan helm, dan melawan arus,” jelasnya.

Selain ETLE, petugas juga melakukan 22 penindakan manual. Pelanggaran manual didominasi kendaraan tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dan penggunaan knalpot tidak sesuai ketentuan.

 

Alasan Klasik: Jarak Dekat dan Terburu-buru

Ipda Firmansyah menilai rendahnya kepatuhan memakai helm masih menjadi pekerjaan rumah besar. Banyak pengendara beranggapan jarak dekat tidak membutuhkan helm, atau merasa aman saat berkendara di dalam kota.

“Masih banyak masyarakat yang menganggap jarak dekat tidak perlu helm. Padahal risiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Helm itu untuk keselamatan pengendara sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, kecelakaan lalu lintas tidak mengenal jarak dan waktu. Risiko dapat muncul dalam hitungan detik, bahkan di ruas jalan yang dianggap sepi sekalipun.

 

ETLE untuk Ubah Perilaku Berkendara

Satlantas Polres Jember juga menggelar operasi gabungan bersama instansi terkait pada 4 dan 11 Februari 2026. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan ratusan teguran serta menindak pelanggaran melalui ETLE dan tilang manual.

Menurut Firmansyah, penerapan ETLE bertujuan menciptakan penegakan hukum yang objektif dan transparan. Ia berharap sistem ini mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih disiplin di jalan raya.

Satlantas Polres Jember mengimbau seluruh pengendara untuk selalu memakai helm standar, mengenakan sabuk pengaman, tidak melawan arus, dan melengkapi kelengkapan kendaraan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, tegasnya, bukan semata untuk menghindari tilang, tetapi demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

KBO Satlantas Polres Jember Ipda Firmansyah Operasi Keselamatan Semeru 2026 Electronic Traffic Law Enforcement ETLE kesadaran menggunakan helm