KETIK, JEMBER – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis siang, 12 Februari 2026 memicu banjir di sejumlah wilayah. Salah satu titik terdampak paling serius terjadi di Perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, setelah Sungai Bedadung meluap dan merendam rumah warga.
Kawasan yang masuk pusat kota Jember ini memang langganan banjir, diduga akibat pembangunan perumahan yang melanggar aturan. Yakni terlalu dekat dengan daerah aliran sungai (DAS) yang seharusnya tidak boleh dibangun permukiman.
Pantauan Ketik.com, air mulai masuk ke permukiman sekitar pukul 16.00 WIB. Debit sungai meningkat drastis setelah hujan mengguyur kawasan hulu dan hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Bedadung tanpa jeda. Dua jam kemudian, genangan meluas dan memaksa warga menyelamatkan diri.
Arus deras juga merobohkan tembok pembatas perumahan yang berbatasan langsung dengan sungai. Struktur yang sebelumnya dibangun pascabanjir terdahulu itu tidak mampu menahan tekanan air.
Hingga Jumat dini hari, 13 Februari 2026, proses evakuasi masih berlangsung. Warga memindahkan barang berharga ke rumah tetangga yang lebih aman dan mengungsi ke musala terdekat.
Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menyatakan hujan ekstrem terjadi merata dari hulu hingga hilir.
“Hari ini luar biasa sekali. Hujan terjadi dari hulu sampai hilir sehingga beberapa DAS mengalami kenaikan debit air yang signifikan,” ujarnya.
Berdasarkan assessment sementara, banjir meluas ke delapan kecamatan dan 17 desa/kelurahan. Total sementara 3.944 kepala keluarga terdampak, dengan 299 jiwa mengungsi.
BPBD mengerahkan tiga perahu karet di sejumlah titik dengan dukungan Destana dan Pos SAR. Petugas memprioritaskan evakuasi kelompok rentan seperti lansia, perempuan, dan anak-anak.
“Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. Untuk warga yang sakit, termasuk yang mengalami stroke, sudah kami evakuasi ke puskesmas masing-masing,” kata Edy.
BMKG sebelumnya telah merilis peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem dan memprediksi curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam 10 hari ke depan. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit sungai. (*)
