KETIK, JEMBER – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Selasa, 17 Februari 2026, menghadirkan suasana semarak di Stasiun Jember, Jawa Timur. Momentum tersebut dimanfaatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 (Daop 9) Jember untuk menyapa pelanggan melalui pertunjukan barongsai dan pembagian makanan gratis.
Kegiatan serupa juga digelar di Stasiun Banyuwangi Kota. Namun, di Stasiun Jember, kemeriahan terasa sejak pengunjung memasuki halaman depan hingga area parkir stasiun.
Manajemen KAI Daop 9 Jember menghadirkan atraksi barongsai yang diiringi tabuhan drum dan simbal khas Tionghoa. Selain itu, petugas membagikan 250 porsi dimsum dan 250 minuman gratis kepada calon penumpang yang akan berangkat.
Hiburan tersebut memberi pengalaman berbeda bagi para pengguna jasa kereta api. Banyak calon penumpang tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukan sebelum menuju peron.
Salah seorang penumpang KA Logawa tujuan Stasiun Surabaya Gubeng, Rina (28), mengaku terkejut sekaligus gembira dengan kejutan tersebut.
“Awalnya tidak tahu kalau ada pertunjukan barongsai. Tiba-tiba suasana jadi meriah, ada bunyi tabuhan khas drum dan simbal ala-ala film Cina gitu. Dapat dimsum gratis juga, jadi menambah semangat perjalanan ke Surabaya,” ujar Rina sebelum keberangkatan.
Vice President Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pelayanan tambahan pada momentum hari besar keagamaan.
“Kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan di momen Imlek ini, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan,” kata Hengky saat ditemui di Stasiun Jember.
Ia menegaskan, acara bertajuk “Sapa Pelanggan” itu digelar bertepatan dengan arus balik libur panjang Imlek. KAI ingin memastikan pelanggan tetap merasa nyaman di tengah meningkatnya jumlah penumpang.
"Kebetulan juga, ini kan di tengah arus balik setelah libur panjang. Tidak hanya hiburan barongsai. Kami juga membagikan 250 porsi dimsum dan 250 minuman gratis, yang sudah disiapkan untuk calon penumpang kereta api," ucapnya.
Menurut Hengky, dimsum dipilih karena identik dengan perayaan Imlek dan memiliki makna simbolis. Hidangan tersebut melambangkan kemakmuran, keberuntungan, serta kebersamaan keluarga.
"Bentuknya yang menyerupai uang kuno China (emas/perak) disimbolkan sebagai peningkat rezeki, sementara secara harfiah dimsum berarti menyentuh hati," ujarnya.
Dari sisi operasional, KAI Daop 9 Jember mencatat lonjakan jumlah penumpang pada hari terakhir libur panjang. Hingga petang, sekitar 10.500 penumpang tercatat berangkat dari wilayah Daop 9 Jember dan angka tersebut diperkirakan masih bertambah hingga malam.
Secara kumulatif, pada periode 13–17 Februari 2026, sebanyak 54.000 penumpang berangkat dan 55.000 penumpang tiba di wilayah Daop 9 Jember.
"KAI memastikan pelayanan tetap berjalan normal,.di tengah meningkatnya volume penumpang selama libur panjang Imlek," imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, KAI Daop 9 Jember tidak hanya menjaga kelancaran operasional, tetapi juga memperkuat kedekatan dengan pelanggan dengan menghadirkan nuansa budaya dalam perjalanan. (*)
