KETIK, MALANG – Regenerasi kepemimpinan mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dimulai. Hal itu ditandai dengan pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung Rektorat Lantai 5, Senin, 12 Januari 2026.
Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi jajaran pengurus Ormawa untuk mengambil peran strategis dalam dinamika kampus selama satu tahun ke depan.
Tidak sekadar seremoni, kegiatan ini menegaskan peralihan tongkat estafet kepemimpinan mahasiswa yang diharapkan mampu membawa semangat baru, inovasi, dan kontribusi nyata bagi universitas.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana, secara langsung melantik para pengurus Ormawa periode 2026. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Ormawa memiliki posisi penting sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan sekaligus mitra strategis kampus.
“Pelantikan ini bukan hanya pengesahan struktur organisasi, tetapi awal dari komitmen bersama untuk berkontribusi aktif, baik dalam kehidupan akademik maupun nonakademik,” ujar Prof. Ilfi.
Menurutnya, pengurus Ormawa dituntut memiliki pola pikir kritis dan kebijaksanaan dalam mengambil setiap keputusan. Kepemimpinan mahasiswa, kata dia, tidak cukup hanya berani bergerak, tetapi juga harus memahami arah dan tujuan organisasi.
“Kepemimpinan mahasiswa tidak hanya soal keberanian menjemput bola, tetapi juga kecermatan membaca situasi agar setiap langkah yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, jajaran pimpinan universitas menaruh harapan besar kepada Ormawa 2026 agar mampu melahirkan calon pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdaya saing.
Para ketua dan pengurus Ormawa diharapkan menjadi teladan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat.
Pihak rektorat juga menegaskan keterbukaannya untuk berdialog dengan seluruh pimpinan Ormawa terkait dinamika kampus. Sinergi ini dinilai penting untuk menjaga iklim akademik yang sehat dan progresif.
Sejalan dengan visi universitas, Ormawa 2026 diharapkan turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan UIN Malang sebagai kampus riset dan kampus entrepreneurship. Kolaborasi antara mahasiswa dan pimpinan kampus diyakini mampu mendorong lahirnya inovasi serta program-program yang berdampak nyata.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan, Romi Faslah, mengingatkan agar kepengurusan Ormawa dapat memaksimalkan waktu yang relatif singkat dengan kinerja yang efektif dan efisien.
“Mengingat masa kepengurusan hanya satu tahun, kami berharap pengurus baru bisa menjalankan program kerja yang tidak hanya selesai di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa dan seluruh pengurus Ormawa,” ungkapnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan Ormawa tahun 2026, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Ormawa diharapkan menjadi garda depan dalam menciptakan kampus yang inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. (*)
