KETIK, PACITAN – Alokasi anggaran sebesar Rp650 juta untuk kegiatan seleksi Paskibraka Kabupaten Pacitan 2026 dinilai belum menutup kebutuhan prioritas.
Harapan adanya bonus bagi putra-putri terbaik daerah di hari kemerdekaan pun terancam nihil seperti tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi Bakesbangpol Pacitan, Nur Bambang Susianto, mengakui anggaran tersebut masih jauh dari kata ideal.
Dia menyebut, jika memungkinkan, kebutuhan anggaran bisa menyentuh Rp1 miliar pelaksanaannya bisa lebih maksimal.
"Kalau menurut saya, alangkah enaknya itu kalau diberikan kelonggaran, paling tidak Rp1 miliar. Dengan begitu karantina bisa lebih layak dan barangkali ada apresiasi untuk mereka," katanya, Jumat, 10 April 2026.
Menurutnya, lolos sebagai Paskibraka memang sudah menjadi kebanggaan tersendiri.
Bahkan, bisa membuka peluang melanjutkan ke sekolah kedinasan.
Namun, bentuk apresiasi tetap dinilai penting.
"Memang bukan kewajiban, tapi akan lebih baik jika ada. Karena ini sebagai bentuk terima kasih," ujarnya.
Kondisi anggaran yang terbatas membuat peserta diminta legawa.
Harapan soal bonus kemungkinan besar harus ditekan.
"Kalau bisa memberikan apresiasi dalam bentuk lain itu juga akan lebih baik. Tapi kita harus maklum, apapun kondisi keuangan daerah, kita harus bisa menyajikan seoptimal mungkin," ucapnya.
Sebelumnya sampai ke bonus atlet, ia menyebut, kekurangan anggaran telah terjadi pada biaya karantina.
Penyebabnya, Gedung Wisma Atlet Pacitan milik pemerintah yang semula direncanakan digunakan untuk lokasi karantina, ternyata tidak bisa digunakan karena menjadi markas sementara Batalyon TNI.
Akibatnya, pihaknya harus mencari penginapan berbayar.
Diluar dari kebutuhan awal, Bakesbangpol pun tengah mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp70 juta ke pimpinan daerah dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD.
“Kami akan mengajukan tambahan anggaran kurang lebih sekitar Rp70 juta karena harus menggunakan penginapan,” katanya.
Salah satu lokasi yang jadi opsi lokasi karantina adalah Hotel Remaja, meski belum final.
Lebih lanjut, hingga saat ini, seleksi Paskibraka telah memasuki tahap lanjutan.
Dari seleksi awal, 150 peserta lolos dan akan disaring menjadi 72 orang, terdiri dari 70 tingkat kabupaten dan 2 ke provinsi.
“Untuk tinggi badan tidak ada toleransi,” tegasnya.
Upacara HUT RI pada 17 Agustus mendatang rencananya tetap digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan.
Pihaknya berharap peserta terpilih tidak hanya bertugas mengibarkan bendera, tetapi juga menjadi calon pemimpin ke depan.(*)
