Ribuan Nahdliyin Padati Stadion Supriadi Blitar, Istighosah Jadi Ikhtiar Jaga Negeri di Awal 2026

24 Januari 2026 16:05 24 Jan 2026 16:05

Thumbnail Ribuan Nahdliyin Padati Stadion Supriadi Blitar, Istighosah Jadi Ikhtiar Jaga Negeri di Awal 2026

Istighotsah Kubro yang diselenggarakan di Stadion Supriadi Kota Blitar, Sabtu 24 Januari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Stadion Supriadi Kota Blitar berubah menjadi lautan putih pada awal 2026. Sejak pagi, ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) dari Kota dan Kabupaten Blitar berbondong-bondong datang ke stadion tersebut, Sabtu, 24 Januari 2026.

Seluruh jemaah dan warga NU memiliki tujuan sama, dalam hal ini menyatukan doa dalam Istighosah Kubro sebagai ikhtiar spiritual menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Di tengah situasi nasional yang sarat tekanan mulai persoalan ekonomi, dinamika politik, hingga bencana alam istighosah ini menjadi ruang batin kolektif. Bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk kegelisahan sekaligus harapan umat agar bangsa Indonesia tetap diberi keselamatan dan keteguhan.

Doa bersama dipimpin sembilan kiai sepuh khos Blitar. Lantunan dzikir dan doa menggema khidmat, membuat stadion yang biasanya riuh oleh sorak olahraga berubah menjadi ruang hening penuh kekhusyukan. Jemaah tampak larut, sebagian menengadahkan tangan, sebagian lain menundukkan kepala dengan mata terpejam.

Istighosah ini juga dihadiri Bupati Blitar Rijanto dan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. Kehadiran keduanya menegaskan relasi historis ulama dan umara yang selama ini menjadi fondasi kuat NU dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin akrab disapa Mas Ibin mengajak jamaah menengok kembali peran panjang NU dalam perjalanan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa nasionalisme warga NU bukanlah slogan, melainkan nilai yang hidup dan diwariskan lintas generasi.

“NU sejak awal berdiri menanamkan cinta tanah air sebagai bagian dari iman. Loyalitas NU kepada NKRI tidak perlu dipertanyakan. NKRI harga mati,” ujar Mas Ibin, disambut takbir bergema dari ribuan jamaah.

Sejumlah kiai sepuh juga mengingatkan kembali peran strategis NU dalam sejarah bangsa, mulai dari Resolusi Jihad hingga peran aktif menjaga Indonesia dari berbagai ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan nasional.

Istighosah ini diikuti keluarga besar NU, Muslimat, Fatayat, santri, dan santriwati. Jamaah mulai memadati stadion sejak pukul 04.00 WIB.

Ketua Panitia Istighosah, H. Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan doa tolak balak untuk masyarakat Blitar dan bangsa Indonesia secara luas. Dengan bahasa khas Mataraman, ia menyebut istighosah sebagai ikhtiar agar musibah dan marabahaya dijauhkan.

“Ini tombo, supaya bala ora teko, supaya negara lan rakyat tansah slamet,” ucapnya.

Lebih dari sekadar agenda keagamaan, istighosah ini menjadi potret bagaimana kekuatan spiritual masih menjadi sandaran di tengah ketidakpastian zaman. Di Blitar, doa tidak berdiri sendiri ia berjalan beriringan dengan semangat kebangsaan dan persatuan. (*)

 

 

Tombol Google News

Tags:

Istighotsah Kubro Blitar Kota Blitar NU ribuan stadion