Rayakan Milad ke-44, Unisma Gelar Haul Akbar Kenang Perjuangan Para Pendiri

10 Februari 2026 21:10 10 Feb 2026 21:10

Thumbnail Rayakan Milad ke-44, Unisma Gelar Haul Akbar Kenang Perjuangan Para Pendiri

Pelaksanaan Haul Akbar sekaligus mengenang pendiri Unisma di momen 44 tahun, Selasa, 10 Februari 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar Haul Akbar dalam rangka mengenang pendiri, keluarga besar, dan keluarga dari keluarga besar di usianya yang ke-44 tahun.

Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menegaskan semangat perjuangan dari para pendahulu Unisma harus menjadi teladan. Terlebih, mereka telah berjuang keras tanpa pamrih untuk mensyiarkan agama Islam melalui jalur pendidikan tinggi.

"Beliau-beliau itu telah berjuang dengan sangat keras tanpa pamrih, hanya karena keinginan untuk mensyiarkan agama Islam melalui jenjang pendidikan tinggi," ujarnya, Selasa, 10 Februari 2026. 

Sejak awal, Unisma dirancang sebagai pusat pengembangan dan penyebaran agama Islam. Sejarah pendiriannya pun diwarnai kisah haru, di mana para tokoh perintis rela merogoh uang pribadi demi membangun Unisma.

"Konon dalam ceritanya, kalau tidak salah 9 pendiri Unisma urunan, masing-masing Rp1 juta. Terkumpul dana Rp9 juta yang menjadi modal awal untuk mendirikan Unisma," lanjutnya.

Setelah menempuh perjalanan panjang dan penuh perjuangan, keikhlasan para pendiri Unisma berbuah manis. Kini Unisma bertransformasi menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia dengan reputasi Internasional. 

Keikhlasan tersebut kini berbuah manis. Setelah perjalanan panjang, Unisma bertransformasi menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia dengan reputasi internasional. Junaidi mengajak seluruh civitas academica untuk menjaga warisan tersebut.

"Sebagai generasi penerus, kita berkewajiban untuk terus mengembangkan Unisma. Melalui Haul Akbar ini kita ingin menyatukan tekad lagi, meneguhkan niat untuk terus mengabdi kepada Unisma," jelasnya.

Sementara itu, Prof Agus Sugianto selaku Ketua Pengurus Yayasan Unisma menjelaskan filosofi mikul dhuwur mendem jero. Seluruh kebaikan dari pada pendiri dan pendahulu Unisma turut dikenang dalam momen Haul Akbar tersebut.

Senada dengan Rektor, Ketua Pengurus Yayasan Unisma, Prof. Agus Sugianto, menjelaskan pentingnya filosofi mikul dhuwur mendem jero. Seluruh kebaikan pada pendiri Unisma dikenang dalam momen Haul Akbar tersebut

"Dalam sifat manusia itu ada dua, baik dan buruk. Pendiri-pendiri Unisma bukanlah malaikat, mereka manusia, punya sisi-sisi keburukan. Keburukan itu kita pendam, sehingga yang kita kenang sampai hari ini adalah kebaikannya," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa penghormatan terhadap jasa para pendahulu tidak boleh berhenti pada seremoni belaka, melainkan harus terpancar dalam perilaku sehari-hari. Semangat ini penting demi memastikan keberlangsungan Unisma menuju world class university.

"Jangan sampai Unisma berhenti di tengah jalan, itu tidak dikehendaki oleh para pendiri. Mereka harus terus berkembang sesuai dengan kemajuan zaman yang ada hingga sekarang ini," tutupnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Haul akbar UNISMA 44 Tahun Pendiri Unisma Universitas Islam Malang