KETIK, TULUNGAGUNG – DPC Partai Gerindra Kabupaten Tulungagung menggelar tasyakuran di kantor DPC tepatnya di Jalan A. Yani III/13A, Minggu, 8 Februari 2026.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 Partai Gerindra.
Kegiatan dihadiri jajaran pengurus DPC, anggota Fraksi Gerindra DPRD Tulungagung, pengurus PAC dan ranting, organisasi sayap partai, serta para kader muda Tidar.
Acara diawali denhan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Mars Partai Gerindra dan dilanjut dengan pemberian santunan kepada 20 anak yatim.
Dalam mengawali sesi sambutan, Sekretaris DPC Partai Gerindra Tulungagung, Sumarsono Efendi menyampaikan bahwa tahun ini partai mendapat tambahan energi segar melalui sayap organisasi Tunas Indonesia Raya (Tidar).
"Hadirnya sebagai garda muda yang akan memperkuat barisan pejuang partai dalam mengawal seluruh program strategis ke depan," tegas Sumarsono.
Senada dengan itu, Ketua DPC Gerindra Ahmad Baharudin, menekankan bahwa status Gerindra sebagai partai penguasa menuntut etos kerja yang lebih masif.
Ia menginstruksikan seluruh kader untuk terus bergerak di akar rumput demi menyerap aspirasi rakyat secara langsung.
Lebih lanjut, Baharudin mematok target besar yakni menyukseskan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto hingga dua periode pada Pilpres 2029 mendatang.
Untuk skala lokal, penguatan legislatif di DPRD Tulungagung menjadi prioritas utama guna mengamankan kebijakan daerah yang pro-rakyat.
Momentum kejayaan Partai Gerindra di Tulungagung kian solid. Ahmad Baharudin, selaku Ketua DPC sekaligus Wakil Bupati, memberikan arahan strategis yang membakar semangat.
Pertama, kader wajib hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar simbolis. Yang kedua, mengawal kemenangan Presiden Prabowo Subianto untuk periode kedua di 2029. Ketiga, menambah kursi di DPRD Tulungagung untuk memperkuat posisi tawar politik daerah.
"Sebagai partai penguasa, kita memikul mandat rakyat. Kita harus menjadi solusi nyata bagi setiap persoalan di Tulungagung," ujar Baharudin penuh optimisme.
"Tanggung jawab kita bukan semakin ringan, melainkan semakin besar. Kita harus menjadi telinga dan tangan bagi rakyat Tulungagung," pungkasnya.
Acara ditutup dengan khidmat melalui doa bersama dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan kesiapan berjuang.(*)
