Ratusan Tukik "Pulang" ke Samudera, Asa Baru dari Pesisir Pantai Bajulmati

27 Desember 2025 19:29 27 Des 2025 19:29

Thumbnail Ratusan Tukik "Pulang" ke Samudera, Asa Baru dari Pesisir Pantai Bajulmati

Sejumlah wisatawan turut serta dalam kegiatan pelepasliaran tukik di kawasan Pantai Bajulmati, Sabtu, 27 Desember 2025. (Foto: Fisca/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Pantai Bajulmati terasa berbeda pada Sabtu, 27 Desember 2025 sore. Di tepian pasir keemasan yang membentang di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, ratusan tukik penyu hijau (Chelonia mydas) bergegas meninggalkan jejak kecilnya menuju debur ombak Samudera Indonesia. 

Ratusan tukik dilepasliarkan ke habitat alaminya, membawa pesan tentang asa dan tanggung jawab besar, menjaga keberlangsungan satwa laut yang kian terancam.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen multi-pihak dalam menyelamatkan penyu, satwa laut yang dilindungi undang-undang sekaligus bagian penting ekosistem pesisir.

Pelepasliaran tukik ini bukanlah sekadar acara seremonial dari Bajul Mati Sea Turtle Conservation (BSTC) , melainkan ritual harapan agar kehidupan laut terus berputar. 

Ketua Umum Bajul Mati Sea Turtle Conservation (BSTC), Sutari, menjelaskan bahwa dedikasi mereka mencakup penyelamatan hingga 10 ribu tukik setiap tahunnya.

Sutari menekankan pentingnya keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian alam bagi masyarakat. 

"Jadi dari telur sampai kami tetaskan dan sampai kita lepaskan ini, itu setahunnya bisa mencapai 10 ribu per tahun yang sudah kami selamatkan," ujar Sutari. 

Kawasan Pantai Bajulmati sendiri disebut sebagai "ibu kota" penyu karena merupakan lokasi pendaratan penyu terbanyak se-Malang Selatan, dengan fasilitas lengkap mulai dari sekolah alam hingga kolam karantina.

Keberhasilan upaya penyelamatan ini didukung kuat oleh sinergi tripartite antara BKSDA, Perhutani, dan pihak yayasan.

Administrator Perhutani KPH Malang, Kelik Jatmiko, mengungkapkan bahwa pihaknya memfasilitasi lahan penangkaran seluas 1 hingga 2 hektar di wilayah kawasan hutan. 

Foto Seekor tukik siap dilepasliarkan di Pantai Bajulmati. (Foto: Fisca/Ketik.com)Seekor tukik siap dilepasliarkan di Pantai Bajulmati. (Foto: Fisca/Ketik.com)

Mengenai bentuk dukungan instansinya, Kelik Jatmiko memaparkan, "Support-nya yang jelas kita memberikan fasilitas tempat untuk penangkaran. Karena selain itu juga keamanan maupun petugas-petugas yang dibutuhkan untuk menjaga dan lain sebagainya kita support seperti itu". 

Ia juga menegaskan keterbukaan Perhutani untuk berkolaborasi dengan NGO lain yang peduli lingkungan melalui mekanisme kerja sama non-profit yang tidak memberatkan secara administratif.

Sisi edukasi menjadi bagian tak terpisahkan dari momen ini, terutama melalui sesi Sekolah Alam yang memberikan pemahaman mendalam bagi para wisatawan. 

Diah, salah satu pengunjung yang hadir bersama keluarga, mengaku sangat antusias karena baru pertama kali melihat tukik secara langsung. 

Diah menceritakan pengalamannya saat mendapatkan penjelasan dari petugas. "Excited, baru kali ini lihat tukik. Selama ini tahunya kura-kura Brazil," ungkapnya. 

Pengalaman liburan keluarga yang edukatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian satwa laut sejak dini.(*)

Tombol Google News

Tags:

Tukik Pantai Bajulmati Pantai Malang Selatan Perhutani KPH Malang Pelepasliaran tukik Penyu hijau