Lautan Manusia! 107 Ribu Jemaah Padati Stadion Gajayana dalam Puncak Harlah 1 Abad NU

8 Februari 2026 06:37 8 Feb 2026 06:37

Thumbnail Lautan Manusia! 107 Ribu Jemaah Padati Stadion Gajayana dalam Puncak Harlah 1 Abad NU

Jemaah NU bershalawat bersama dalam Mujahadah Kubro 1 Abad NU di dalam Stadion Gajayana (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 1 Abad NU yang digelar PWNU Jawa Timur melalui Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Kota Malang, mencatatkan skala kehadiran luar biasa. Hingga hari pertama pelaksanaan, Sabtu, 7 Februari 2026, jumlah jamaah yang hadir menembus angka 107.049 orang.

Angka tersebut menegaskan Mujahadah Kubro bukan hanya agenda seremonial, melainkan momentum konsolidasi besar warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Jawa Timur yang terorganisasi rapi dan masif.

“Hingga H1 (7 Februari 2026) tercatat jamaah mencapai 107.049 orang atau kalau dibulatkan mencapai 107 ribu orang dengan 1.283 bus lebih dan ribuan kendaraan lainnya,” kata Sekretaris PWNU Jatim DR HM Faqih di Surabaya, Sabtu malam, 7 Februari 2026..

Puluhan ribu jamaah itu berasal dari 79.049 orang Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jatim serta 28.000 warga Muslimat NU. Mereka datang secara terkoordinasi menggunakan 1.283 bus, 6.476 mobil, dan 5.413 sepeda motor yang dibagi dalam sembilan zona kedatangan.

Skema zonasi tersebut dilengkapi sembilan person in charge (PIC) dari PWNU Jatim, serta didukung 45 ketua rombongan dan narahubung lokal, sehingga arus kedatangan jamaah tetap terkendali meski volumenya sangat besar.

Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim, Prof Masykuri Bakri, menyebut kesiapan pengamanan menjadi salah satu kunci kelancaran acara, mengingat kapasitas stadion yang terbatas.

“Kapasitas Gajayana sesuai konstruksi tribun hanya 35.000 orang, jadi sisanya di luar lapangan, karena itu videotron yang diperbanyak di luar stadion akan menjadi solusi untuk jemaah yang lebih banyak di luar stadion hingga radius sekitar 3-4 kilometer,” katanya.

Ia juga menegaskan panitia mendapat dukungan penuh dari Polda Jawa Timur, Kodam, serta Dinas Perhubungan Jatim, baik dari sisi keamanan maupun pengaturan lalu lintas.

Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana menjadi puncak dari rangkaian panjang Harlah Satu Abad NU yang digelar PWNU Jatim sejak Januari 2026.

Sejumlah agenda pembuka telah lebih dulu dilaksanakan, mulai Kick Off dan Sarasehan Pesantren di Universitas Islam Malang (Unisma) pada 7 Januari, Ziarah Muassis dan Muharrik NU se-Jatim pada 24 Januari, hingga Hadrah Lailatul Ishari di Masjid Kemayoran Surabaya pada 29 Januari.

PWNU Jatim juga menghadirkan pameran lukisan nasional bertema Mangsa Kalasubo di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) pada 30 Januari, serta program parenting dan pesantren sehat oleh LKKNU–RMI di tujuh daerah, yakni Mojokerto, Jombang, Sidoarjo, Blitar, Bondowoso, dan Banyuwangi, yang berlangsung 27 Januari hingga 15 Februari 2026.

Tak hanya fokus pada spiritual dan sosial, peringatan satu abad NU juga menyasar penguatan ekonomi dan peran generasi muda melalui Pameran NUConomic, GenZINU Bootcamp, serta Talkshow Tiga Pilar Ekonomi NU di Kampung Coklat, Blitar, pada 5–7 Februari 2026.

“Pameran NUConomic, GenZINU Bootcam, dan Talkshow 3 pilar ekonomi NU di Kampung Coklat, Blitar pada 5-7 Februari 2026 merupakan bentuk nyata kehadiran NU dalam kehidupan warganya, khususnya 3 pilar ekonomi (UMKM-Filantropi-Industri Pertanian), dan juga Generasi Z (GenZINU/Generasi Z Islami NU),” kata Wakil Ketus PWNU Jatim DR Hakim Jayli di Blitar, Kamis,  5 Februari 2026.

Festival NUConomic 2026 sendiri diikuti 53 stand pameran yang menampilkan produk pertanian, kehutanan, kelautan, hingga pendampingan UMKM dan business coaching. Antusiasme peserta bahkan mendorong harapan agar kegiatan serupa digelar secara rutin untuk memperkuat ekonomi warga Nahdliyin.

Sementara itu, Festival GenZINU menjadi ruang ekspresi generasi muda NU melalui berbagai kompetisi, mulai dari Lalaran Alfiyah, Qiroatul Qutub, pidato Bahasa Arab dan Inggris, hingga lomba berbasis teknologi digital.

“Berbagai lomba yang diadakan itu bertujuan untuk menumbuhkan tradisi yang selama ini ada di pesantren, khususnya Lalaran Alfiyah dan Qiroatul Qutub. Untuk teknologi digital juga menjadi keniscayaan ke depan. Dalam finalis di Kampung Coklat, para GenZINU piawai bercerita lewat visual tentang kisah jam’iyyah, tradisi, kontribusi, dan peran NU dalam membangun peradaban,” kata Wakil Sekretaris PWNU Jatim itu.

Dengan skala kehadiran jamaah yang masif dan rangkaian agenda lintas sektor, peringatan Satu Abad NU di Jawa Timur menegaskan posisi NU bukan hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial, ekonomi, dan kultural yang terus bergerak bersama zaman. (*)

Tombol Google News

Tags:

1 abad nu Mujahadah Kubro Mujahadah Kubro 1 Abad NU stadion gajayana Harlah NU