Raih Rekor MURI dan Groundbreaking Edu Park, Menag: UIN Malang Lembah yang Penuh Berkah

8 Februari 2026 12:50 8 Feb 2026 12:50

Thumbnail Raih Rekor MURI dan Groundbreaking Edu Park, Menag: UIN Malang Lembah yang Penuh Berkah

Menteri Agama, Nasaruddin Umar menanam pohon di lingkungan kampus 3 UIN Malang, Tlekung, Kota Batu. (Foto: Dafa Wahyu Pratama/Ketik.com)

KETIK, BATU – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menorehkan capaian tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sekaligus memulai pembangunan Edu Park di Kampus 3, Tlekung, Kota Batu, pada Minggu, 8 Februari 2026.

Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, yang menilai UIN Malang memiliki potensi besar melahirkan ilmuwan kelas dunia.

UIN Malang kampus 3 mencatatkan rekor MURI sebagai satu-satunya kampus di Indonesia yang memiliki gedung dengan desain membentuk lafaz Bismillahirrahmanirrahim.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasinya terhadap pengembangan UIN Malang yang dinilai memiliki kekhasan dan keunggulan dibandingkan perguruan tinggi keagamaan lain di bawah naungan Kementerian Agama.

“Kami berharap UIN Malang memiliki distingsi dan keunikan yang tidak dimiliki kampus lain. Mulai dari kontur alamnya, luas wilayahnya, hingga keberadaan beberapa kampus dalam satu kawasan, ini merupakan modal besar,” ujar Nasaruddin.

Ia menegaskan, posisi Malang sebagai kota pendidikan harus mampu melahirkan Muslim scholars yang memiliki kapasitas dan daya saing internasional, tidak hanya dari sisi penamaan, tetapi juga dari kualitas keilmuan yang dihasilkan.

“Saya cukup terkejut mendengar banyaknya mahasiswa internasional di UIN Malang. Namun internasionalisasi tidak cukup pada nama, keilmuannya juga harus benar-benar mendunia,” katanya.

Menurut Nasaruddin, penguatan riset menjadi kunci utama dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Ia mendorong agar lembaga penelitian diperbanyak dan hasil riset diarahkan pada temuan-temuan orisinal yang dapat dipatenkan serta diakui secara global.

“Hasil keilmuan murni lahir dari penelitian, bukan sekadar hasil editan kecerdasan buatan. Dari sinilah akan lahir peneliti-peneliti yang karyanya bisa dipatenkan dan diinternasionalkan,” tegasnya.

Ia bahkan optimistis UIN Malang memiliki potensi melahirkan ilmuwan kelas dunia di masa mendatang.

“Bukan tidak mungkin, dari alumni UIN Malang akan lahir calon peraih Nobel di bidang keilmuan,” ujarnya.

Selain itu, Nasaruddin juga menyoroti keunggulan lanskap alam Kampus 3 UIN Malang yang dinilainya memiliki kesamaan dengan kota-kota yang menjadi tempat lahirnya para filsuf besar dunia.

Ia membandingkan kondisi geografis UIN Malang dengan Athena di Yunani maupun kawasan California yang dikenal sebagai pusat lahirnya pemikir dan ilmuwan besar.

“Secara alamiah, kawasan ini sangat mendukung lahirnya tradisi keilmuan. Kampus berada di perbukitan dengan pemandangan terbuka dan latar pegunungan. Ini ciri khas kota-kota yang melahirkan para filsuf besar,” tuturnya.

Nasaruddin mengaku bangga dengan UIN Malang yang dinilainya mampu mengintegrasikan seluruh potensi yang dimiliki menjadi satu kesatuan kampus yang solid.

Menurutnya, hal tersebut merupakan prasyarat penting dalam membangun institusi pendidikan yang unggul sekaligus melahirkan pemimpin masa depan.

“Saya bangga UIN Malang mampu menghadirkan kampus yang utuh dan solid. Ini adalah fondasi penting untuk membangun institusi dan kepemimpinan yang baik,” katanya.

Ia pun berpesan kepada para mahasiswa agar memanfaatkan seluruh potensi lingkungan akademik yang ada.

“Tidak ada alasan bagi mahasiswa UIN Malang untuk tidak menjadi orang pintar. Mari kita raih yang terbaik di kawasan ini. Insyaallah, ini adalah al-buq‘ah al-mubarakah, lembah yang penuh berkah,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang UIN Malang Kampus 3 Menteri Agama Nasaruddin Umar Kota Batu UIN Edu Park